Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026

Komisi IV DPR: Bulog dan Modernisasi Pertanian Berperan dalam Ketahanan Pangan

Desi Rossilawati
Kamis, 21 Agustus 2025 | 16:45 WIB
Bagikan
Komisi IV DPR: Bulog dan Modernisasi Pertanian Berperan dalam Ketahanan Pangan
VISI.NEWS | JAKARTA - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Panggah Susanto, menekankan fokus utama komisinya ialah memperkuat ketahanan pangan melalui berbagai program strategis. Termasuk, subsidi pupuk, pembangunan lumbung pangan, serta pengelolaan stok beras oleh Bulog. Demikian disampaikan Panggah dalam diskusi Dialektika Demokrasi yang digagas Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) bekerha sama dengan Biro Pemberitaan DPR RI bertema 'Mengupas Salah Satu Point pada RAPBN 2026: Memperkuat Ketahanan Pangan Nasional'. "Ujung tombak dari ketahanan pangan salah satunya adalah peran Bulog. Transformasi lembaga ini dari BUMN menjadi lembaga pemerintah sedang berlangsung, dan masih banyak hal yang harus diselesaikan agar target pemerintah, seperti stok beras minimal 3-3,7 juta ton dan harga gabah kering panen Rp 6.500 per kilogram, tercapai," kata Panggah di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (21/8/2025). Selain Bulog, kata dia, Komisi IV DPR RI menekankan pentingnya distribusi pupuk yang tepat jenis, jumlah, waktu, dan harga untuk meningkatkan produktivitas pertanian. "Meskipun kontribusi pupuk terhadap biaya produksi sekitar 20–25 persen, pemupukan yang tepat sangat menentukan keberhasilan hasil panen," kata Panggah. Legislator dari Fraksi Partai Golkar itu juga mengungkapkan bila masalah bibit dan pemanfaatan lahan juga menjadi fokus pihaknya. Menurut Panggah, bibit unggul dan lahan subur strategis harus mendapat perhatian serius agar ketahanan pangan tetap terjaga. DIa menekankan perlunya perlindungan lahan-lahan subur di Jawa dan sentra produksi baru di luar Jawa, seperti Lampung, Sulawesi Selatan, dan Sumatra Utara. Selain itu, dia mengungkapkan modernisasi pertanian menjadi kunci menarik generasi muda untuk kembali beraktivitas di sektor pertanian. Faktor teknologi, efisiensi, pemasaran, dan imbal hasil yang memadai menjadi daya tarik agar pertanian menjadi pekerjaan yang menjanjikan bagi generasi baru. "Ini adalah pokok-pokok yang menjadi fokus Komisi IV. Dengan dukungan anggaran dan kebijakan yang tepat, ketahanan pangan dapat terwujud secara optimal," tegas Panggah. Dalam RAPBN 2026, anggaran ketahanan pangan mencapai Rp 164,414 triliun. Anggaran ini dialokasikan untuk beberapa program, antara lain pembangunan lumbung pangan dan cadangan pangan Rp 33 triliun. Kemudian, subsidi pupuk Rp 46,9 triliun untuk pengadaan 9,62 juta ton pupuk, serta Rp 22,7 triliun untuk menjaga stok dan stabilisasi harga serta melindungi petani. @givary

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.