Klaim Akses Penuh AS ke Greenland Picu Kewaspadaan Sekutu NATO
“Kami sekarang bisa membahas bagaimana memperkuat keamanan bersama di kawasan Arktik,” ujarnya.
Di tingkat Uni Eropa, kekhawatiran turut mengemuka. Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, menilai hubungan Eropa–Amerika Serikat mengalami guncangan serius.
“Perselisihan antarsekutu seperti antara Eropa dan Amerika hanya menguntungkan pihak-pihak yang ingin melihat kita terpecah,” kata Kallas.
Kegelisahan juga dirasakan warga Greenland. Jesper Muller, seorang pensiunan di ibu kota Nuuk, mengaku bingung dengan dinamika politik yang terjadi begitu cepat.
“Semua ini sangat membingungkan,” katanya.
“Satu jam rasanya hampir perang, jam berikutnya semuanya baik-baik saja. Sulit membayangkan membangun sesuatu yang stabil dari situasi seperti ini.”
Greenland memiliki posisi strategis di Arktik dan saat ini menjadi lokasi Pangkalan Udara Pituffik milik Amerika Serikat, yang diatur dalam perjanjian pertahanan tahun 1951. Meski perjanjian itu sudah memberi kebebasan luas bagi militer AS, klaim baru Trump dinilai berpotensi memicu ketegangan politik baru di antara sekutu NATO. @kanaya
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!