Kisah Imam Hasan Bashri Memarahi Kaum yang Terbahak-bahak di Bulan Ramadan
Sungguh sangat mengherankan, jika ada umat Islam yang bisa tertawa lepas di bulan yang penuh berkah ini, di mana banyak sekali orang-orang yang berhasil dalam menunaikan segala ketaatan hingga bisa meraih kemenangan, dan banyak juga orang-orang yang berbuat kesalahan hanya mendapatkan kerugian.
Kisah inspiratif ini diabaddikan oleh banyak ulama, di antaranya, Imam Al-Ghazali dalam karya monumentalnya Ihya Ulumiddin, Syekh Jamaluddin Al-Baghdadi dalam kitab Bustanul Wa’izhin wa Riyadlul Sami’in, Imam Ibnu Rajab Al-Hambali dalam kitab Lathaiful Ma’arif, dan Syekh Hasan Muhammad Al-Massyath dalam kitab Is’afu Ahlil Iman bi Wazhaifi Syahri Ramadan. Dalam kitab tersebut disebutkan:
مَرَّ الْحَسَنُ الْبَصْرِي عَلَى قَوْمٍ فِي رَمَضَانَ وَهُمْ يَضْحَكُوْنَ وَيَلْعَبُوْنَ فَقَالَ إِنَّ الله جَعَلَ شَهْرَ رَمَضَانَ مُضْمَارًا لِخَلْقِهِ يَسْتَبِقُوْنَ فِيْهِ لِطَاعَتِهِ فَسَبَقَ قَوْمٌ فَفَازُوْا وَتَخَلَّفَ أَقْوَامٌ فَخَابُوْا فَالْعَجَبُ كُلَّ الْعَجَبِ لِلضَّاحِكِ اللاَّعِبِ فِي الْيَوْمِ الَّذِي فَازَ فِيْهِ السَّابِقُوْنَ وَخَابَ فِيْهِ الْمُبْطِلُوْنَ
Artinya, “Suatu saat di bulan Ramadhan Imam Hasan Al-Bashri berjalan melalui sekelompok kaum yang sedang tertawa terbahak-bahak sambil bermain. Akhirnya beliau berkata: “Sesungguhnya Allah azza wa jalla menjadikan bulan Ramadan agar dijadikan momen perlombaan bagi hamba-hamba-Nya untuk melakukan ketaatan.”
Maka ada sebagian kaum yang bersungguh-sungguh hingga ia menang, da nada pula yang tertinggal hingga ia kalah. Sungguh sangat mengherankan, jika ada orang yang tertawa dan bermain-main di saat di mana orang yang bersungguh akan memperoleh kemenangan, dan orang yang tertinggal hanya mendapatkan penyesalan.” (Al-Ghazali, Ihya Ulumiddin, , juz I, halaman 236).
Kisah inspiratif ini mengajarkan kepada kita semua untuk lebih memaksimalkan waktu-waktu yang ada di bulan Ramadan dengan kegiatan-kegiatan yang lebih baik dan lebih positif, akan kita bisa termasuk pada golongan orang-orang yang menang dalam perlombaan melakukan ketaatan kepada Allah, dan tidak termasuk orang-orang yang menyia-nyiakan bulan ini sehingga mendapatkan penyesalan. Wallahua’lam.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!