Kisah Imam Hasan Bashri Memarahi Kaum yang Terbahak-bahak di Bulan Ramadan
VISI.NEWS | BANDUNG - Bulan Ramadan seharusnya menjadi bulan untuk saling berlomba-lomba dalam meningkatkan ketakwaan kepada Allah swt bagi semua umat muslim, agar bisa meraih segala keuntungan dan anugerah yang Allah sediakan di dalamnya.
Tentu akan sangat merugi orang-orang yang berada di bulan Ramadan namun ia tidak bisa meraih anugerah yang ada di dalam bulan Ramadan. Ibadah-ibadah yang bisa dilakukan oleh umat muslim di bulan yang penuh berkah ini sangatlah banyak jumlahnya, mulai dari memaksimalkan puasa, ibadah shalat wajib dan sunah, tadarus, zakat fitrah, sedekah, membagi takjil buka puasa dan lainnya.
Semua itu memiliki nilai ibadah dan keutamaan yang sangat agung di sisi Allah. Karenanya, bulan Ramadhan menjadi momentum yang sangat tepat untuk saling berlomba-lomba dalam meningkatkan ketakwaan kepada Allah swt dengan mengerjakan ibadah-ibadah tersebut.
Namun sebagai manusia yang tidak lepas dari salah dan dosa, terkadang ada juga yang masih lalai dengan bulan ini. Mereka sama sekali tidak menghiraukan ibadah-ibadah di bulan Ramadan, bahkan tidak merasa risau jika bulan penuh ampunan ini pergi dan dirinya tidak mendapatkan anugerah dan ampunan dari Allah.
Mereka lebih senang tertawa terbahak-bahak dengan dunia dan segala kesenangannya, daripada menangis karena takut tidak mendapatkan rahmat dari Allah. Mereka lebih senang bersenang-senang daripada bersedih kepada Allah. Baca Juga: Kisah Hasan al-Bashri Melihat Orang Pacaran Berkaitan dengan hal ini, penting sekali untuk menyimak salah satu kisah ketika Imam Al-Hasan Bashri memarahi suatu kaum di bulan Ramadan.
Kisah ini sebagaimana diabadikan oleh para ulama, untuk dijadikan pelajaran bagi kita semua agar lebih menggunakan bulan Ramadan dengan kegiatan yang lebih baik dan lebih positif. Kisah Imam Hasan Bashri Memarahi suatu Kaum di Bulan Ramadan
Alkisah, suatu saat Imam Hasan Bashri melewati suatu tempat, di mana ia berjumpa dengan salah satu kelompok yang sedang tertawa terbahak-bahak di bulan Ramadan. Lantas, ia memarahi dan menasihati mereka, bahwa seharusnya Ramadan ini dijadikan momentum untuk meningkatkan ketaatan kepada Allah swt.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!