Kiprah Aktif LSBPI MUI Jabar di Rakornas LSBPI MUI 2026

ED
PN
Selasa, 21 Juli 2026 | 07:04 WIB
Bagikan
Kiprah Aktif LSBPI MUI Jabar di Rakornas LSBPI MUI 2026

VISI.NEWS - Lembaga Seni Budaya dan Peradaban Islam (LSBPI) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat menunjukkan kiprah aktifnya dalam penguatan seni, budaya, dan peradaban Islam melalui keikutsertaan pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) LSBPI MUI Tahun 2026 yang berlangsung di Pondok Modern Daar El Qolam, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu–Minggu (18–19/7/2026).

Delegasi LSBPI MUI Jawa Barat hadir dipimpin KH Ahmad Husen Jali selaku Ketua Bidang Seni, Budaya, dan Peradaban Islam MUI Jawa Barat, didampingi Asrofil Anam Ismail, Sekretaris LSBPI MUI Jawa Barat.

Kehadiran LSBPI MUI Jawa Barat dalam forum nasional tersebut tidak hanya sebagai peserta, tetapi juga memberikan kontribusi dalam pembahasan arah pengembangan seni dan budaya Islam di Indonesia. Berbagai agenda strategis dibahas, mulai dari penguatan historiografi Islam Nusantara, pengembangan dakwah melalui seni budaya, hingga penyusunan program kerja nasional LSBPI MUI.

Rangkaian Rakornas diawali dengan Focus Group Discussion (FGD) Historiografi Sejarah Umat Islam yang membahas penyusunan buku Sejarah Islam Nusantara sebanyak tujuh jilid. Program tersebut menjadi salah satu langkah penting untuk menghadirkan dokumentasi sejarah Islam di Indonesia secara lebih komprehensif, akademis, dan dapat dipertanggungjawabkan.

FGD tersebut menghadirkan sejumlah guru besar sejarah dari berbagai perguruan tinggi, para sejarawan, serta tokoh-tokoh yang memiliki perhatian terhadap penguatan kajian sejarah Islam Nusantara. Melalui penyusunan buku tersebut, LSBPI MUI berharap generasi mendatang memiliki rujukan sejarah yang kuat mengenai perjalanan umat Islam dan kontribusinya terhadap pembentukan peradaban bangsa.

Setelah agenda FGD, kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan Multaqa Seniman dan Budayawan Muslim se-Indonesia yang dirangkaikan dengan pembukaan resmi Rakornas LSBPI MUI 2026. Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 2.000 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Pembukaan acara dilakukan oleh Dr. Amirsyah Tambunan, M.A., Sekretaris Jenderal MUI. Sementara itu, orasi kebangsaan dan kebudayaan disampaikan oleh Buya Dr. H. Anwar Abbas, Wakil Ketua Umum MUI Pusat, serta Hj. Neno Warisman yang hadir mewakili Menteri Kebudayaan Republik Indonesia yang berhalangan hadir.

Dalam berbagai penyampaian, para tokoh menekankan pentingnya menjadikan seni dan budaya sebagai sarana dakwah yang efektif dalam membangun karakter masyarakat. Seni tidak hanya dipandang sebagai ekspresi kreativitas, tetapi juga sebagai media menyampaikan nilai-nilai Islam yang membawa kedamaian, persatuan, dan kemaslahatan.

Merawat Dakwah Melalui Budaya

Salah satu agenda penting dalam Rakornas LSBPI MUI 2026 adalah Musyawarah Maestro Seniman dan Budayawan Muslim Indonesia. Forum tersebut menjadi ruang dialog para pelaku seni, budayawan, dan ulama untuk merumuskan strategi pengembangan dakwah berbasis budaya.

Dalam pembahasan tersebut, para peserta mengangkat kembali keberhasilan para ulama terdahulu, khususnya Wali Songo, yang menggunakan pendekatan budaya sebagai metode dakwah. Melalui seni, tradisi, dan pendekatan sosial yang bijaksana, ajaran Islam dapat diterima masyarakat Nusantara secara damai.

Forum musyawarah juga membahas batasan-batasan kesenian yang tetap sejalan dengan nilai-nilai Islam. Hasil pembahasan tersebut nantinya akan dirumuskan menjadi panduan bagi para seniman Muslim agar dapat berkarya secara kreatif dengan tetap memperhatikan nilai etika dan prinsip syariat.

Ketua LSBPI MUI Pusat Dr. Habiburrahman El Shirazy dalam Rakornas menyampaikan bahwa seni dan budaya memiliki posisi strategis dalam membangun peradaban. Menurutnya, dakwah melalui pendekatan budaya perlu terus dikembangkan agar mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat, khususnya generasi muda.

Rakornas juga menjadi momentum evaluasi terhadap program kerja LSBPI MUI yang telah berjalan sekaligus menyusun agenda strategis untuk periode berikutnya. Para pengurus LSBPI MUI dari berbagai provinsi berdiskusi mengenai penguatan kelembagaan, pengembangan program budaya Islam, serta peningkatan sinergi antarwilayah.

Jawa Barat Dipercaya Jadi Tuan Rumah

Salah satu keputusan penting dalam Rakornas LSBPI MUI 2026 adalah penunjukan LSBPI MUI Jawa Barat sebagai tuan rumah Rakornas LSBPI MUI berikutnya.

Kepercayaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi dan kiprah LSBPI MUI Jawa Barat dalam mengembangkan seni, budaya, dan peradaban Islam. Penetapan Jawa Barat sebagai tuan rumah sekaligus menjadi amanah untuk menghadirkan kegiatan nasional yang mampu memperkuat jaringan seniman dan budayawan Muslim di seluruh Indonesia.

Sebagai simbol penyerahan amanah, Ketua LSBPI MUI Pusat menyerahkan cendera mata berupa Ensiklopedia LSBPI MUI kepada Asrofil Anam Ismail, Sekretaris LSBPI MUI Jawa Barat, sebagai perwakilan penerima.

Keikutsertaan LSBPI MUI Jawa Barat dalam Rakornas 2026 menunjukkan komitmen daerah tersebut dalam memperkuat peran seni dan budaya sebagai bagian dari dakwah Islam yang berakar pada nilai keislaman, kebangsaan, dan kearifan lokal Nusantara.

Dengan ditunjuknya Jawa Barat sebagai tuan rumah Rakornas berikutnya, diharapkan kolaborasi antara pengurus LSBPI MUI pusat dan daerah semakin kuat. Seni, budaya, dan peradaban Islam diharapkan terus berkembang sebagai instrumen dakwah yang kreatif, moderat, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kehidupan masyarakat Indonesia.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.