KIAT | Modal Usaha
Oleh Aep S Abdullah
BOB SADINO salah seorang enterpreneur yang terkenal di jaman Pak Harto. Menjelang akhir usianya berkata, "Saya tidak mau pengalaman dan pengetahuan yang saya miliki terkubur bersama tubuh saya ketika mati kelak".
Bob ingin, hasil karyanya di dunia, dia bawa ke akhirat melalui pengetahuan yang diajarkannya pada orang lain, yang insya Allah amalnya akan terus menemaninya di alam sana.
Pemilik nama lengkap H. Bambang Mustari Sadino ini adalah seorang lulusan SMA, sukses menjadi pengusaha di Indonesia yang berbisnis di bidang pangan dan peternakan. Bob, pemilik dari jaringan usaha Kemfood dan Kemchick
Maka Bob Sadino mengajarkan lima kunci untuk menjadi wirausaha.
Pertama, memilih jenis usaha yang dikuasai
Memilih sektor bisnis yang dikuasai saat memulai bisnis merupakan hal utama dan yang paling penting dalam usaha. Selain itu pilih bisnis yang selalu memiliki peminat agar usaha yang kamu jalankan dapat bertahan lama.
Kedua, membuat prioritas
Bob Sadino juga mengingatkan pentingnya membuat prioritas. Dia mengingatkan agar tidak mengeluarkan uang untuk keperluan yang sifatnya tidak penting. Hal ini agar usahamu berjalan lancar dan tidak kekurangan modal
Ketiga, jangan bosan dan sabar
Bob Sadino mengatakan bahwa dia itu bisnis cari rugi. Jadi kalau rugi harus tetap semangat tapi kalau untung bertambahlah rasa syukur saya. Artinya, dalam menjalankan usaha harus sabar dan jangan pernah bosan apalagi sampai berhenti di tengah jalan.
Saat mengalami kerugian, kita harus tetap semangat hingga mencapai keberhasilan.
Keempat, kerja keras jadi kunci sukses
Ada pepatah yang mengatakan kalau usaha tidak akan pernah menghianati hasil. Kata-kata tersebut sangat cocok sebagai suntikan semangat buat kamu yang sedang merintis bisnis.
Kelima, jangan ragu memulai usaha
Bisnis apa yang bagus? Seringkali kita dengar ucapan ini. Jawabannya kata Bob Sadino, bisnis yang bagus adalah yang dijalankan bukan yang ditanya terus.
Jadi wirausaha, adalah soal keberanian memulai. Buka soal modal. Alat setrika dan mesin cuci di rumah, bisa dimanfaatkan untuk buka usaha jasa cuci dan setrika baju. Kalau berkembang ajak tetangga yang mau kerjasama. Punya ramuan kesehatan (jamu) bisa dijual jangan dipakai sendiri. Bisa memijat, bisa menjadi awal sebuah usaha panti pijat tradisional yang hasilnya bisa lumayan. Bisa desain grafis gabung sama kelompok desainer grafis lumayan 1 desain ringan dapat 50-100 ribu. Ketika memulainya dari hal kecil, maka lima tahun berjalan bisa menjadi ahli di bidang itu, tentunya dengan terus konsisten dengan keinginan kuat menjadi pengusaha, dan bekerja keras.
Dan, kita ingat lagi sama ucapan Bob Sadino, "Orang goblok itu nggak banyak mikir, yang penting terus melangkah. Orang pintar kebanyakan mikir, akibatnya tidak pernah melangkah".
Mental Usaha
Modal wirausaha bukan uang tapi mental. Kita mungkin ingat ketika rasionalisasi pegawai di PT IPTN, banyak yang dapat pesangon untuk modal usaha, tapi gagal menjadi wirausaha.
Ada seorang teman, jago dalam bidang kerajinan, handicraft. Selama 30 tahun usaha yang dikatakannya selalu "Saya tidak punya modal". Usahanya begitu-begitu saja. Karena ia selalu menafsirkan modal itu uang. Uang pinjaman. Padahal, kalau ia dapat hasil besar dari penjualan seharusnya direinvestasi pada mesin kayu, compressor, alat bubut kayu, dan alat penunjang lainnya secara sedikit demi sedikit. Yakin dalam 10 tahun saja bisa menjadi home industry unggulan. Jadi mental usaha itu lebih penting dari modal uang.
Selain itu, membangun jejaring itu penting. Seorang teman, pemilik sejumlah sekolah menengah dan atas di Bandung, mengatakan, "Kang, bagi saya Akses (jaringan) lebih penting dari pada Asset (modal). Dengan Akses saya bisa menambah dan memperluas sekolah. Bantuan dari pusat dapat, perizinan mudah, bantuan sarana penunjangnya dapat. Belum tentu saya bisa lakukan ini, kalau hanya mengandalkan Asset yang saya punya".***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!