Kiai Zulfa Tegaskan Dua Tugas Besar Setelah Ditunjuk Pj Ketum PBNU Kelompok Sultan
Dalam kesempatan yang sama, Katib Syuriyah PBNU, Sarmidi Husna, menyampaikan bahwa kedua calon tersebut dianggap layak untuk menjalankan tugas besar ini. "Yang menjadi Pj Ketum ada dua opsi, Prof Nizar dan Kiai Zulfa," ungkap Sarmidi Husna dalam sela-sela pelaksanaan pleno. Proses penetapan Pj Ketum ini pun mendapatkan perhatian khusus dari banyak pihak, mengingat pentingnya peran PBNU dalam memperkuat jam’iyyah Nahdlatul Ulama di masa depan.
Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar, juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua Umum PBNU sebelumnya, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), atas dedikasi dan pengabdiannya selama empat tahun terakhir. "Terima kasih kepada KH Yahya Cholil Staquf yang sudah menuangkan pemikiran selama empat tahun. Kita tetap saudara. Mudah-mudahan ada perbaikan untuk Muktamar yang akan datang," ujar KH Miftachul Akhyar dalam sambutannya.
Dengan penunjukan Kiai Zulfa sebagai Pj Ketua Umum PBNU kelompok Sultan, diharapkan Nahdlatul Ulama akan segera kembali ke jalur yang lebih stabil dan produktif. Muktamar ke-35 yang akan datang menjadi momen penting untuk memperkokoh masa depan organisasi terbesar di Indonesia ini, baik dari sisi struktur organisasi maupun peran sosialnya di tengah masyarakat. Kiai Zulfa pun menyatakan bahwa ia siap membawa PBNU menuju era baru dengan semangat kebersamaan dan perbaikan.
@uli/nu.or.id
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!