Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Kiai Zulfa Tegaskan Dua Tugas Besar Setelah Ditunjuk Pj Ketum PBNU Kelompok Sultan

ED
Rabu, 10 Desember 2025 | 04:17 WIB
Bagikan
Kiai Zulfa Tegaskan Dua Tugas Besar Setelah Ditunjuk Pj Ketum PBNU Kelompok Sultan

VISI.NEWS | JAKARTA Penjabat (Pj) Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kelompok Sultan, KH Zulfa Mustofa, menegaskan dua tugas besar yang ia emban setelah ditetapkan melalui Rapat Pleno PBNU kelompok Sultan di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (9/12/2025). Tugas pertama, ujar Kiai Zulfa, adalah melakukan normalisasi roda organisasi PBNU yang sempat terguncang akibat dinamika internal belakangan ini. Tugas kedua, ia menambahkan, adalah menghantarkan Muktamar ke-35 yang akan menentukan arah masa depan NU.

"Bahwa tugas saya sangat berat. Pertama, melakukan normalisasi roda organisasi, dan kedua, menghantarkan Muktamar ke-35," tegas Kiai Zulfa di hadapan peserta rapat pleno yang penuh semangat.

Mantan Rais Syuriyah PBNU ini mengajak seluruh elemen NU untuk bersatu kembali, baik dari jajaran pengurus maupun para nahdliyin. Menurutnya, perpecahan yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir telah menimbulkan kesedihan dan ketidakpastian di tengah warga NU. "Saya tidak ingin menjadi bagian dari konflik masa lalu. Saya ingin menjadi solusi bagi jam’iyyah ini demi masa depan," imbuh Kiai Zulfa dengan penuh keyakinan.

Kiai Zulfa juga menegaskan komitmennya untuk menjalankan amanah yang diberikan dengan penuh integritas dan tidak akan mengabaikan arahan Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar. "Saya berjanji akan menjalankan amanah ini seadil-adilnya, sebersih-bersihnya, seikhlas-ikhlasnya, dan sesantun-santunnya menjaga keadaban sebagai santri," ujarnya. Ia menegaskan bahwa dirinya hanya seorang santri, bukan siapa-siapa, dan akan berusaha menjaga adab dan etika dalam setiap langkah kepemimpinannya.

Lebih lanjut, Kiai Zulfa menyampaikan bahwa pihaknya akan menggelar peringatan Hari Lahir (Harlah) 1 Abad NU Masehi, yang direncanakan akan berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) pada 31 Januari 2026. "Kita akan membuat acara yang sangat besar di GBK, dan itu akan menunjukkan bahwa Nahdlatul Ulama sudah kembali normal," kata Kiai Zulfa dengan penuh semangat.

Rapat Pleno PBNU kelompok Sultan sebelumnya mengungkapkan bahwa ada dua kandidat yang diajukan untuk menjadi Pj Ketua Umum PBNU kelompok Sultan, yaitu KH Zulfa Mustofa dan Prof. Nizar Ali. Keduanya dianggap memiliki kapasitas untuk memimpin organisasi ini menuju perbaikan dan kestabilan setelah berbagai permasalahan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Dalam kesempatan yang sama, Katib Syuriyah PBNU, Sarmidi Husna, menyampaikan bahwa kedua calon tersebut dianggap layak untuk menjalankan tugas besar ini. "Yang menjadi Pj Ketum ada dua opsi, Prof Nizar dan Kiai Zulfa," ungkap Sarmidi Husna dalam sela-sela pelaksanaan pleno. Proses penetapan Pj Ketum ini pun mendapatkan perhatian khusus dari banyak pihak, mengingat pentingnya peran PBNU dalam memperkuat jam’iyyah Nahdlatul Ulama di masa depan.

Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar, juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua Umum PBNU sebelumnya, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), atas dedikasi dan pengabdiannya selama empat tahun terakhir. "Terima kasih kepada KH Yahya Cholil Staquf yang sudah menuangkan pemikiran selama empat tahun. Kita tetap saudara. Mudah-mudahan ada perbaikan untuk Muktamar yang akan datang," ujar KH Miftachul Akhyar dalam sambutannya.

Dengan penunjukan Kiai Zulfa sebagai Pj Ketua Umum PBNU kelompok Sultan, diharapkan Nahdlatul Ulama akan segera kembali ke jalur yang lebih stabil dan produktif. Muktamar ke-35 yang akan datang menjadi momen penting untuk memperkokoh masa depan organisasi terbesar di Indonesia ini, baik dari sisi struktur organisasi maupun peran sosialnya di tengah masyarakat. Kiai Zulfa pun menyatakan bahwa ia siap membawa PBNU menuju era baru dengan semangat kebersamaan dan perbaikan.

@uli/nu.or.id

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.