"Kiai" Cabul Pendiri Ponpes di Pati Terancam 15 Tahun Penjara
Ilustrasi. /visi.news/ai
Pemprov Jateng Janji Kawal Pendidikan Korban
Wakil Gubernur Central Java, Taj Yasin Maimoen, menegaskan pemerintah daerah akan mengawal penuh proses hukum sekaligus memastikan masa depan pendidikan korban tetap terjamin.
“Yang lebih penting adalah masyarakat yang menjadi korban, karena mereka masih anak-anak dan usia sekolah. Kita harus memastikan mereka masih berani untuk sekolah,” kata Gus Yasin di Semarang.
Pemprov Jawa Tengah juga memastikan anak-anak korban dari keluarga tidak mampu akan mendapatkan akses pendidikan gratis agar trauma yang dialami tidak menghancurkan masa depan mereka.
Selain itu, pemerintah menggandeng organisasi keagamaan seperti NU dan Muhammadiyah melalui program pelatihan paralegal dan Tilik Pesantren guna memperkuat pengawasan dan pencegahan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan berbasis agama.
Kasus ini kini menjadi sorotan luas publik karena dinilai mencederai kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan agama yang seharusnya menjadi tempat aman bagi anak-anak menimba ilmu dan membangun akhlak.
@uli
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!