"Kiai" Cabul Pendiri Ponpes di Pati Terancam 15 Tahun Penjara
Ilustrasi. /visi.news/ai
Akibat tekanan psikologis tersebut, korban memilih diam selama masih mondok di pesantren. Mereka baru berani melapor setelah keluar dan lulus dari lingkungan ponpes.
Kesaksian mengejutkan juga datang dari seorang mantan pegawai ponpes berinisial K yang bekerja di sana selama sekitar 10 tahun, sejak 2008 hingga 2018.
Di hadapan wartawan bersama Hotman Paris Hutapea di Jakarta, K mengaku sering melihat santriwati bergantian menginap di kamar AS hingga pagi hari.
“Selama di pondok itu sering gitu, menginap sama anak-anak gonta-ganti,” ujar K.
Menurutnya, warga sekitar bahkan pernah melakukan aksi protes pada 2008 terkait dugaan pelecehan seksual dan kasus kehamilan yang disebut berujung pengguguran.
Namun dugaan perilaku menyimpang itu disebut tidak berhenti. AS bahkan sempat tinggal di rumah kontrakan selama beberapa tahun dan disebut kerap didatangi perempuan bergantian, mayoritas masih usia SMA.
K juga mengaku pernah menganggap AS sebagai sosok ulama yang sangat religius dan dekat dengan Tuhan.
“Tapi ternyata manusia bejat,” katanya lirih.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!