KHUTBAH JUMAT | Spirit Mensyukuri Ni’mat Kemerdekaan
Terdapat ungkapan dari para ulama:حب الوطن من الايمان "Mencintai tanah air adalah sebagian dari iman".
Orang yang mencintai tanah air pasti akan merawat dan menjaganya dengan baik, dan dengan itu ia akan mampu menghadirkan kemaslahatan dan kesejahteraan kepada sesama, dan itu adalah tugas utama manusia sebagai khalifatullah fil ardl. Tanah air adalah modal asasi dalam mengisi kemerdekaan dan membangun peradaban.
Kelima: Menjaga perdamaian dan stabilitas kehidupan
Sebagaimana tanah air, merawat keamanan dan perdamaian juga merupakan syarat mutlak terlaksananya aktivitas kemanusiaan. Pembangunan apapun tidak mungkin dilakukan di Tengah kondisi masyarakat atau bangsa yang sedang mengalami peperangan atau dipenuhi dengan konflik horizontal. Agama akan tumbuh bersemai di wilayah negara yang damai sebagaimana negara akan eksis dan diliputi keberkahan jika ditopang oleh spiritualitas dan ajaran agama yang kuat.
Imam al-Mawardi dalam karyanya: Adab al-Dunya wa al-Din menyatakan:
"الْمُلْكُ بِالدِّينِ يَبْقَى، وَالدِّينُ بِالْمُلْكِ يَقْوَى"
"Kekuasaan atau negara yang ditopang oleh agama akan langgeng, dan agama yang ditopang oleh kekuasaan akan kuat".
Pernyataan ini menegaskan hubungan timbal balik dan saling membutuhkan antara agama dan negara. Negara yang didirikan dan dijalankan berdasarkan nilai-nilai agama akan memiliki dasar yang kuat dan langgeng. Nilai-nilai agama seperti keadilan, kejujuran, dan kesejahteraan sosial akan menjadi landasan bagi stabilitas dan keberlanjutan negara. "Agama yang ditopang oleh kekuasaan akan kuat": Ini berarti bahwa negara yang kuat, dengan kekuasaannya, dapat melindungi dan menegakkan nilai-nilai agama. Negara dapat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi praktik keagamaan, serta mencegah penyimpangan dan penyalahgunaan ajaran agama yang memicu koflik sosial.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!