KHUTBAH JUMAT | Selingkuh dalam Pandangan Islam
Khutbah Pertama
الْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ خَلَقَ الْمَوْجُوْدَاتِ مِنَ ظُلُمَةِ الْعَدَمِ بِنُوْرِ الْإِيْجَادِ وَجَعَلَهَا دَلِيْلًا عَلَى وَحْدَانِيَّتِهِ لِذَوِي الْبَصَائِرِ إِلَى يَوْمِ الْمَعَادِ وَشَرَعَ شَرْعاً اِخْتَارَهُ لِنَفْسِهِ وَأَنْزَلَ بِهِ كِتَابَهُ وَأَرْسَلَ بِهِ سَيِّدَ الْعِبَادِ فَأَوْضَحَ لَنَا حُجَّتَهُ وَقَالَ هَذَا سَبِيْلُ الرَّشَادِ. اَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَتْبَاعِهِ صَلَاةً زَكِيَّةً بِلَا نَفَادٍ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا اللهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَتَزَوَّدُوْا بِالتَّقْوَى فَإِنَّهُ خَيْرُ الزَّادِ
Jama'ah salat Jumat yang dirahmati Allah
Di antara sekian banyak larangan Allah SWT yang berkaitan langsung dengan syahwat adalah perzinaan atau yang familiar di media sosial saat ini adalah selingkuh.
Perselingkuhan dapat mengarah pada dosa zina ketika sampai berhubungan badan layaknya suami istri. Larangan selingkuh seperti ini telah tertera dalam firman Allah SWT tentang larangan mendekati zina:
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَاۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
Artinya, "Janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya (zina) itu adalah perbuatan keji dan jalan terburuk," (QS. Al-Isra': 32).
Jama'ah salat Jumat yang dirahmati Allah
Berkaitan dengan ayat yang khatib baca tadi, Imam Fakhruddin Ar-Razi dalam Mafatihul Ghaib jilid XX halaman 198 mengutip pendapat Al-Qaffal, bahwa larangan dalam Al-Qur'an yang diungkapkan dengan kalimat seperti "Jangan kamu dekati perbuatan ini!" dianggap lebih kuat dibandingkan dengan ungkapan "Jangan kamu lakukan ini!". Artinya, perselingkuhan merupakan perbuatan yang benar-benar dilarang oleh agama.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!