KHUTBAH JUMAT | Selingkuh dalam Pandangan Islam
Melihat begitu besar bahaya dan kerugian yang mengancam pelaku selingkuh dan zina, baik secara agama maupun negara, maka melalui mimbar ini, saya mengajak diri saya sendiri dan seluruh jamaah shalat Jum'at untuk menghindari perselingkuhan apalagi perzinaan.
Meneguhkan kembali komitmen untuk saling setia kepada pasangan masing-masing adalah salah satu cara menghindari perselingkuhan. Sembari mengingat kembali segala hal yang telah diperjuangkan bersama. Melihat segala kebaikan serta kelebihan pasangan masing-masing.
Saling mengisi kekurangan pasangan tanpa membandingkan dengan yang lain. Karena pandangan merupakan pintu pertama masuknya segala informasi. Baik informasi yang motivatif atau informasi yang provokatif. Sehingga tidak berlebihan ketika Allah SWT memerintahkan orang-orang mukmin untuk menundukkan pandangannya. Allah SWT berfirman:
قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْۚ ذَٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ
Artinya, "Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat," (QS. An-Nur : 30).
Ayat ini kemudian disusul dengan redaksi perintah kepada oran-orang mukmin perempuan yang terdapat pada ayat ke 31. Sehingga perintah menundukkan pandangan tidak hanya berlaku bagi seorang mukmin laki-laki, tetapi juga berlaku untuk mukmin perempuan.
Imam al-Qurthubi dalam Al-Jami' li Ahkamil Qur'an jilid XV halaman 203 merasionalisasikan perintah menundukkan pandangan ini karena penglihatan adalah pintu terbesar menuju hati dan jalur indra yang paling efektif menyentuh perasaan.
Maka dari itulah, banyak informasi yang masuk melalui pandangan, sehingga kita wajib berhati-hati. Menundukkan pandangan juga wajib dari segala hal yang diharamkan, serta dari segala sesuatu yang menimbulkan fitnah.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!