KHUTBAH JUMAT | Raih Ridha di Tahun 2026
Termasuk dalam makna takwa adalah memurnikan ketaatan hanya kepada Allah tanpa sedikit pun menyekutukannya. Takwa juga bermakna rasa takut melanggar perintah Allah dan kesungguhan menjaga diri dari perbuatan maksiat. Kita tidak boleh bersikap gegabah dalam bertindak. Kita harus selalu mempertimbangkan dampaknya bagi kehidupan yang akan datang.
Jika menyadari bahwa dosa dan kesalahan kita lebih banyak, maka ayat ini mendorong kita untuk segera memperbaiki diri dengan memperbanyak amal saleh, tobat yang sungguh-sungguh, dan meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Dalam konteks tahun baru 2026, perintah Allah dalam Surat Al-Hasyr ayat 18 yang artinya: “hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok” mengandung makna muhasabah yang sangat mendalam. Kita harus terus dan selalu meneliti setiap amal perbuatan kita: apakah langkah hidup yang kita tempuh mendekatkan diri kepada Allah atau justru malah menjauhkan?
Apakah waktu yang berlalu lebih banyak diisi dengan ketaatan atau malah kelalaian? Hal ini disebutkan dalam Kitab Jami' al-Bayan 'an Ta'wil Ay al-Qur'an atau Tafsir at Thabari sebagai berikut:
وَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَا قَدَّمَ لِيَوْمِ الْقِيَامَةِ مِنَ الْأَعْمَالِ، أَمِنَ الصَّالِحَاتِ الَّتِي تُنَجِّيهِ أَمْ مِنَ السَّيِّئَاتِ الَّتِي تُوبِقُهُ؟
Artinya: "Setiap orang hendaknya memperhatikan apa yang telah ia kerjakan untuk hari kiamat, apakah dari amal saleh yang akan menyelamatkannya, atau dari keburukan yang akan membakarnya?" Oleh karena itu, kita perlu sadari bahwa tidak ada satu pun perbuatan yang luput dari pengawasan Allah. Peringatan ini menjadi pemicu agar kita tidak menunda perbaikan diri, karena kelak semua akan diperhitungkan secara adil di hadapan Allah SWT.
Tahun baru 2026 tidak boleh berlalu sebagai rutinitas berlalunya waktu belaka, tetapi dijadikan titik awal perubahan menuju kehidupan yang lebih baik. Al-Qur’an mengajarkan bahwa keberuntungan sejati bukan diukur dari keberhasilan dunia semata, melainkan dari sejauh mana amal kita menjadi bekal untuk kehidupan di masa yang akan datang.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!