KHUTBAH JUMAT | Pesan Rasulullah Mengendalikan Amarah
Ilustrasi./visi.news/ist.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Karena itu, dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa salah satu karakter orang bertakwa adalah mampu menahan dan meredam amarah. Dalam Surat Ali Imran ayat 134, Allah SWT berfirman:
الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
Artinya: “(Yaitu) orang-orang yang selalu berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, orang-orang yang mengendalikan kemurkaannya, dan orang-orang yang memaafkan (kesalahan) orang lain.
Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan,” (QS. Ali Imran [03]: 134). Ayat ini secara tegas menyebutkan bahwa salah satu ciri-ciri orang bertakwa adalah mampu mengendalikan diri ketika ia diliputi rasa marah. Penggunaan kalimat “Kadzimin” dalam ayat di atas menjadi indikasi bahwa yang dituntut adalah mengendalikan amarah, bukan menghilangkan rasa marah.
Imam Fakhruddin ar-Razi dalam kitab Mafatihul Ghaib juz 9 halaman 367, menjelaskan bahwa kalimat وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ dalam ayat di atas menunjukkan bahwa orang-orang yang bertakwa salah satunya adalah mereka yang mampu menahan diri agar tidak dikuasai amarah dalam waktu yang lama. Sehingga orang seperti ini, secara tidak langsung, akan menjadi pribadi yang penyabar, santun, namun tetap teguh dalam kebenaran.
Karena, orang yang mampu menahan amarah sejatinya bukanlah orang yang lemah dan tidak berdaya. Tetapi hal tersebut justru menjadi tanda bahwa dirinya adalah orang kuat yang sesungguhnya. Musuh yang paling sulit untuk dilawan adalah hawa nafsu yang menjadi sumber datangnya amarah.
Rasulullah SAW bersabda:
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!