KHUTBAH JUMAT | Pesan Rasulullah Mengendalikan Amarah
Ilustrasi./visi.news/ist.
Semua kita pernah marah. Karena sejatinya marah adalah sifat naluriah manusia. Seorang ayah pernah marah kepada anaknya. Guru bisa marah kepada muridnya. Pedagang mungkin marah kepada pembeli. Bahkan, seorang kekasih bisa saja marah kepada kekasihnya karena satu kekeliruan dan kesalahpahaman.
Karena itu, keberadaan rasa marah bukanlah suatu masalah, akan tetapi sejauh mana amarah itu menggiring kita kepada hal-hal tercela. Yang menjadi persoalan bukan rasa marah, melainkan efek yang dipicu oleh rasa marah tersebut berupa tindakan-tindakan di luar perhitungan akal sehat.
Karenanya, dalam sebuah riwayat, Rasulullah pernah menasihati seorang sahabat untuk tidak marah. Pesannya singkat, namun mengandung makna yang sangat dalam. diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari, dari Sahabat Abu Hurairah,
أَنَّ رَجُلًا قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَوْصِنِي، قَالَ: لاَ تَغْضَبْ. فَرَدَّدَ مِرَارًا، قَالَ: لاَ تَغْضَبْ
Artinya: “Seorang laki-laki berkata kepada Rasulullah SAW 'Berikan aku wasiat.' Kemudian Rasulullah SAW menjawab, 'Jangan marah'. Beliau mengulang kalimat tersebut berkali-kali dan bersabda, 'Jangan marah'.” (HR. Bukhari)
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Imam Ibnu Hajar al-Haitami dalam kitab Fathul Bari juz 10 halaman 520, mengutip keterangan dari al-Khattabi bahwa pesan Nabi لاَ تَغْضَبْ dalam hadits di atas bukan berarti melarang kita untuk marah. Sebab, marah adalah sifat alamiah yang akan selalu ada dalam diri manusia. Melarang seseorang untuk marah sama halnya dengan melarang melakukan sesuatu yang mustahil, karena sampai kapan pun ia akan selalu menjadi sifat naluriah yang tidak akan pernah hilang dalam hakikat diri manusia.
Namun, hadits di atas mengajarkan kita untuk menghindari sebab-sebab yang dapat memicu kemarahan serta menahan diri untuk tidak larut dalam amarah ketika marah datang. Karena, betapa banyak ikatan persahabatan yang putus karena rasa marah yang tidak terkendali. Betapa banyak perkelahian yang terjadi akibat tersulutnya emosi. Betapa banyak rumah tangga yang hancur karena amarah yang tidak dapat diredam.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!