Khutbah Jumat: Meraih Amal yang Diridhai Allah
Lagi pula, jika ditelusuri, untaian hikmah Syekh Ibnu ‘Athaillah di atas juga merupakan intisari dari sabda Nabi saw. yang menyatakan:
لَنْ يُدْخِلَ أحدكم الجَنَّةَ بعمله ، قَالُوا: وَلاَ أَنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: وَلاَ أَنَا، إِلَّا أَنْ يَتَغَمَّدَنِي اللَّهُ بِفَضْلٍ وَرَحْمَةٍ
Artinya, “Tidak akan masuk surga seorang di antara kalian karena sebab amalnya.” Ditanya para sahabat, “Termasuk engkau, wahai Rasulallah?” Beliau menjawab, “Termasuk aku, kecuali jika Allah melimpahkan karunia dan rahmat-Nya,” (HR. al-Bukhari-Muslim).
Kembali lagi kepada untaian hikmah Syekh Ibnu ‘Atha’illah, mengapa kita begitu penting bersandar kepada Allah? Sebab bukan mustahil, orang yang awalnya bangga kepada amal kataatannya akan terjebak pada sikap takabur dan sombong. Merasa dirinya sudah bagus. Dampaknya, mudah menyalahkan orang lain dan menyalahkan amaliah orang lain. Dan sebagainya.
Walhasil, jangan bangga dengan amal karena kita sudah mampu beramal. Sebab, yang membawa kita kepada amal bukan daya dan kekuatan kita, tapi taufik, hidayah dan pertolongan Allah. Yang mengantarkan seorang hamba ke surga bukan amalnya, melainkan ridha, rahmat, dan karunia Allah, sebagaimana sabda Nabi saw. Namun bukan berarti kita tidak perlu beramal.
Kualitas dan kuantitas amal kita tetap harus ditingkatkan. Yang harus diluruskan adalah bersandar kita pada amal, rasa senang dan bangga kita pada amal. Justru bersyukurlah jika kita sudah mampu beramal.
Yakinlah itu semata pertolongan Allah. Tetap kita mesti takut walau sudah bisa melakukan kataatan. Juga tetap kita harus berharap meski kita sudah berbuat kesalahan. Sidang Jumat yang dimuliakan Allah Mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang bisa menjaga amal. Tetap bersyukur meski kita sudah beramal. Tetap ingat bahwa kekuatan amal semata-mata dari Allah. Semoga Allah menerima dan meridhai segala amal kebaikan kita di akhirat, serta mengampuni kelengahan dan kesalahan kita, sehingga kita berhasil meraih ridha dan masuk surga-Nya. Amin ya rabbal alamin.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!