Khutbah Jumat: Meraih Amal yang Diridhai Allah
Hadirin sekalian,
Sebagaimana ayat yang sudah dibacakan khatib dalam muqadimah di atas, Allah sudah berfirman:
مَنْ عَمِلَ صالِحاً مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَياةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ ما كانُوا يَعْمَلُونَ
Artinya, “Siapa yang mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan, sedangkan dia seorang mukmin, sungguh, Kami pasti akan berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik daripada apa yang selalu mereka kerjakan,” (QS. an-Nahl : 97).
Sidang Jumat yang dirahmati Allah Melalui ayat ini, Allah sudah menjanjikan kehidupan yang baik bagi hamba-Nya yang beriman dan mengerjakan amal saleh.
Bahkan, Allah sudah menjanjikan balasan yang lebih baik dibanding dengan amal yang dikerjakan hamba-hamba-Nya. Ini menjadi bukti bahwa Allah sangat menghargai hamba-hamba-Nya yang beriman dan mengerjakan amal saleh. Oleh sebab itu, mari kita sama-sama meningkatkan keimanan dan memperbanyak mengerjakan kebajikan. Sebab, iman dan amal saleh yang diridai Allah yang akan menjadi bekal kita menghadapi alam akhirat kelak.
Hadirin yang berbahagia,
Meski amal menjadi bekal menghadapi kehidupan kekal di akhirat, tetapi kita jangan tergantung pada amal kita sendiri. Sebab, kunci meraih kebahagiaan akhirat bukan amal melainkan keridaan Allah.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!