KHUTBAH JUMAT | Menumbuhkan Sikap Optimistis dalam Hidup
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Quran Al-Baqarh: 216).
Dalam ayat lainnya Allah menceritakan tentang orang yang mendapatkan pasangan yang buruk perangainya:
فَإِن كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَىٰٓ أَن تَكْرَهُوا۟ شَيْـًٔا وَيَجْعَلَ ٱللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا
“Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (Quran 4:19)
Ibadallah,
Sesungguhnya para nabi dan rasul adalah orang-orang yang paling besar sifat optimisnya. Perasaan itu muncul dalam doa-doa mereka. Dalam jihad mereka. Dalam ibadah mereka. Dan dalam semua aktivitas mereka. Mereka adalah orang-orang yang begitu kuat keyakinannya kepada Allah.
Lihatlah Nabi Nuh ‘alaihissalam. Beliau mendakwahi kaumnya dalam waktu yang sangat lama. Sampai 950 tahun berdakwah. Ini menunjukkan betapa besar harapannya agar kaumnya mendapat hidayah.
Demikian juga Nabi Ya’qub yang kehilang putranya, Nabi Yusuf. Bertahun-tahun lamanya. Namun ia masih percaya anaknya Yusuf masih hidup dan kembali akan berjumpa bersamanya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!