KHUTBAH JUMAT | Memulai Kebaikan dari Diri Sendiri
Ilustrasi./visi.news/ist.
Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,
Perubahan dari diri sendiri memiliki kekuatan luar biasa. Ketika kita memperbaiki diri, kita menjadi contoh nyata. Bukan hanya berbicara, tetapi menunjukkan. Bukan hanya memberi ceramah mauidzah hasanah namun memberi teladan dengan uswatun hasanah dan qudwah hasanah. Dan dari sinilah lahir inspirasi pada orang lain.
Kita perlu sadari bahwa tindakan nyata lebih berdampak daripada kata-kata. Ketika kita melakukan kebaikan, orang lain akan terdorong untuk mengikuti. Inilah yang dalam Islam disebut dakwah bil hal yakni dakwah dengan perbuatan.
Bayangkan, kita berubah, lalu menginspirasi keluarga. Keluarga menginspirasi masyarakat. Masyarakat menginspirasi bangsa. Maka benar, perubahan kecil dari diri sendiri bisa menciptakan efek domino kebaikan. Di dalam dunia tasawuf, ada sebuah prinsip inspiratif yang sangat terkenal yakni ibda’ bi nafsik yakni “mulailah dari dirimu sendiri.”
Tokoh sufi Jalaluddin Al-Rumi pun mengajak kita untuk terus melakukan perbaikan diri dengan mentransformasikan diri dari bukan hanya sekedar pintar, namun juga bijaksana. Beliau pernah berucap: “Kemarin aku adalah seorang cerdik-pandai, maka aku ingin mengubah dunia. Tapi kini, aku seorang yang bijaksana, karena itu, aku akan mengubah diriku sendiri”.
Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,
Perubahan diri bukan perkara mudah. Perubahan membutuhkan kesabaran, tekad, dan keberanian menghadapi ketidaknyamanan. Perubahan memerlukan proses panjang dan perjuangan melawan diri sendiri.
Dalam Islam, perjuangan disebut mujahadah yakni bersungguh-sungguh melawan hawa nafsu. Kita harus belajar mengendalikan emosi, menumbuhkan empati, dan memperbaiki akhlak. Karena sejatinya, kebaikan yang keluar dari hati yang baik akan lebih mudah diterima dan menyentuh orang lain.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!