KHUTBAH JUMAT | Memulai Kebaikan dari Diri Sendiri
Ilustrasi./visi.news/ist.
Kemudian dilanjutkan dengan ayat 3:
كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللّٰهِ اَنْ تَقُوْلُوْا مَا لَا تَفْعَلُوْنَ ٣
Artinya: "Sangat besarlah kemurkaan di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan."
Imam Thabari dalam kitab Jamiul Bayan, Jilid XXIII, halaman 350 menjelaskan bahwa ayat ini diturunkan Allah sebagai teguran kepada para sahabat. Bersumber diriwayatkan dari Abdullah bin Rawahah bahwa para sahabat pernah berkata, “Seandainya kami tahu amalan yang paling dicintai Allah, pasti kami akan melaksanakannya.” Lalu disampaikan bahwa amalan tersebut adalah iman dan jihad. Namun ketika perintah itu datang, sebagian merasa berat.
Lebih jauh, Imam ath-Thabari menjelaskan bahwa ayat ini mengandung peringatan tegas: Allah sangat membenci orang yang pandai berbicara, namun tidak mengamalkan apa yang ia ucapkan. Dalam ayat tersebut juga tersirat dua kelemahan mendasar manusia.
Pertama, adanya ketidaksesuaian antara ucapan dan perbuatan. Tidak sedikit dari kita yang fasih mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran, tetapi justru tidak menjadikannya sebagai bagian dari amal dalam kehidupan sehari-hari. Akibatnya, nasihat yang disampaikan kehilangan kekuatan karena tidak lahir dari keteladanan diri sendiri.
Kedua adalah tidak menepati janji. Padahal menepati janji adalah ciri orang beriman. Jika seseorang sering mengingkari janji, itu adalah tanda kemunafikan. Rasulullah saw bersabda:
ﺁيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاثٌ إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ وَإِذَا ائْتُمِنَ خَانَ. (رواه البخاري ومسلم)
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!