KHUTBAH JUMAT | Maulid Nabi dan 4 Sifat Teladan Rasulullah bagi Para Pemimpin
Pemimpin yang santun bukan hanya bisa memberi mauidzah hasanah namun juga mampu memberi uswatun hasanah.
Keempat adalah رَّحِيْمٌ (Penuh kasih sayang). Kasih sayang adalah dasar bagi setiap kebijakan. Pemimpin yang penuh kasih dan sayang akan memutuskan sesuatu dengan memperhatikan dampaknya bagi rakyat kecil, kaum lemah, dan mereka yang membutuhkan perlindungan. Kasih sayang mencegah seorang pemimpin berlaku zalim, sekaligus menjadikan kepemimpinannya dirasakan sebagai rahmat.
Jamaah shalat Jum’at rahimakumullah
Dalam Islam, kepemimpinan bukan sekadar jabatan, tetapi amanah yang harus dijalankan dengan empati, kasih sayang, dan keberpihakan pada rakyat. Rasulullah saw adalah teladan utama seorang pemimpin karena dekat dengan umat, peduli terhadap penderitaan mereka, mengharapkan keselamatan mereka, serta memimpin dengan kelembutan dan kasih sayang.
Jika sifat-sifat ini dihidupkan oleh para pemimpin hari ini, maka kepemimpinan tidak hanya menjadi alat kekuasaan, melainkan jalan menghadirkan keadilan, kesejahteraan, kemakmuran, dan kedamaian bagi seluruh rakyat.
Surat At-Taubah ayat 128 memberikan gambaran kepada kita bahwa Rasulullah adalah pribadi dan pemimpin yang ideal dan sangat menyayangi umatnya. Hal ini juga dibuktikan dengan riwayat yang menyebutkan bahwa di akhir hayatnya, yang terucap dari lisan Rasulullah adalah kalimat “Umatku, umatku!...”. Inilah wujud cintanya beliau kepada kita semua.
Jamaah shalat Jum’at rahimakumullah
Mengakhiri khutbah ini, pada momentum Maulid Nabi ini mari kita senantiasa meneladani sifat-sifat beliau dalam hal kepemimpinan. Kita perlu sadari juga bahwa setiap kita adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban dari kepemimpinan kita. Rasulullah bersabda:
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!