KHUTBAH JUMAT | Kewajiban Ikuti Sunah dan Mengagungkannya
“Dan Kami tidak menurunkan kepadamu Al-Kitab (Al Quran) ini, melainkan agar kamu dapat menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu dan menjadi petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.” (Quran An-Nahl: 64).
Ibadallah,
Banyak sekali dalil yang menegaskan bahwasanya hidayah dan istikamah, rahmat, cahaya, keberhasilan, dan keselamatan hanyalah diperoleh dengan mengikuti sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Berpegang teguh dengannya. Mengagungkannya. Dan mengimaninya dengan penuh keyakinan. Dan seburuk-buruk keadaan adalah menyelisihi petunjuknya. Allah Azza wa Jalla berfirman,
ﻗُﻞْ ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﺇِﻧِّﻲ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺇِﻟَﻴْﻜُﻢْ ﺟَﻤِﻴﻌًﺎ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻟَﻪُ ﻣُﻠْﻚُ ﺍﻟﺴَّﻤَﻮَﺍﺕِ ﻭَﺍﻷَﺭْﺽِ ﻻ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻟَّﺎ ﻫُﻮَ ﻳُﺤْﻴِﻲ ﻭَﻳُﻤِﻴﺖُ ﻓَﺂﻣِﻨُﻮﺍ ﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺭَﺳُﻮﻟِﻪِ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ ﺍﻷُﻣِّﻲِّ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻳُﺆْﻣِﻦُ ﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ ﻭَﻛَﻠِﻤَﺎﺗِﻪِ ﻭَﺍﺗَّﺒِﻌُﻮﻩُ ﻟَﻌَﻠَّﻜُﻢْ ﺗَﻬْﺘَﺪُﻭﻥَ
Katakanlah: “Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk”. (Quran Al-A’raf: 158).
Oleh karena iut, Allah Subhanahu wa Ta’ala mengingatkan kita agar tidak menyelisihi sunnah nabawiyah. Baik yang datang dari sunnah tersebut berupa perintah atau larangan. Sebagaimana firman-Nya,
ﻓَﻠﻴَﺤﺬَﺭِ ﺍﻟَّﺬﻳﻦَ ﻳُﺨﺎﻟِﻔﻮﻥَ ﻋَﻦ ﺃَﻣﺮِﻩِ ﺃَﻥ ﺗُﺼﻴﺒَﻬُﻢ ﻓِﺘﻨَﺔٌ ﺃَﻭ ﻳُﺼﻴﺒَﻬُﻢ ﻋَﺬﺍﺏٌ ﺃَﻟﻴﻢٌ
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!