KHUTBAH JUMAT | Kewajiban Ikuti Sunah dan Mengagungkannya
“Dan taatilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat.” (Quran Ali Imran: 132)
Kita semua diperintahkan agar menjadikan Al Quran dan sunah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai rujukan. Demikian juga saat terjadi perselisihan. Allah Ta’ala berfirman,
ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﺃَﻃِﻴﻌُﻮﺍ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻭَﺃَﻃِﻴﻌُﻮﺍ ﺍﻟﺮَّﺳُﻮﻝَ ﻭَﺃُﻭْﻟِﻲ ﺍﻷَﻣْﺮِ ﻣِﻨْﻜُﻢْ ﻓَﺈِﻥْ ﺗَﻨَﺎﺯَﻋْﺘُﻢْ ﻓِﻲ ﺷَﻲْﺀٍ ﻓَﺮُﺩُّﻭﻩُ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺍﻟﺮَّﺳُﻮﻝِ ﺇِﻥْ ﻛُﻨﺘُﻢْ ﺗُﺆْﻣِﻨُﻮﻥَ ﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺍﻟْﻴَﻮْﻡِ ﺍﻵﺧِﺮِ ﺫَﻟِﻚَ ﺧَﻴْﺮٌ ﻭَﺃَﺣْﺴَﻦُ ﺗَﺄْﻭِﻳﻠًﺎ
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (Quran An-Nisa: 59).
Sunah atau hadis Nabi adalah pendamping Al Quran dalam hujjah dan amal. Ia juga berfungsi memperjelas keterangan-keterangan yang ada dalam Al Quran. Ia juga memberi rincian hukum-hukum global yang disebutkan dalam Al Quran. Sebagaimana firman Allah Ta’ala,
ﻭَﻛُﻞَّ ﺷَﻲْﺀٍ ﻓَﺼَّﻠْﻨَﺎﻩُ ﺗَﻔْﺼِﻴﻠًﺎ
“Dan segala sesuatu telah Kami terangkan dengan jelas.” (Quran Al-Isra: 12)
Melalui sunah atau hadislah kita mengetahui bagaimana praktik salat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kita juga mengetahui nisab zakat dan ketentuannya. Dan juga pada hukum-hukum lainnya. Demikian juga rincian tentang perintah dan larangan. Siapa yang mengikuti sunah dan mengamalkannya, maka dia telah mengamalkan Al Quran. Sama halnya, siapa yang menaati Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berarti dia telah menaati Allah. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!