Khutbah Jumat: Keutamaan yang Semestinya Kita Lakukan
أَفْضَلُ اْلأَعْمَالِ إِدْخَالُ السُّرُوْرِ عَلَى الْمُؤْمِنِ، كَسَوْتَ عَوْرَتَهُ أَوْ أَشْبَعْتَ جَوْعَتَهُ أَوْ قَضَيْتَ حَاجَتَهُ (رَوَاهُ الطَّبَرَانِيُّ)
Maknanya: “(Termasuk) amal yang paling utama adalah menebar kegembiraan terhadap seorang mukmin, engkau tutupi auratnya, engkau kenyangkan kelaparannya dan engkau penuhi kebutuhannya” (HR ath-Thabarani).
Diceritakan bahwa Khalifah ‘Umar bin Khatthab radhiyallahu ‘anhu sering membantu para janda tua dan menyediakan air buat mereka di malam hari. Suatu ketika, sahabat Thalhah melihat ‘Umar di tengah malam masuk ke rumah seorang perempuan. Lalu siang harinya Thalhah menemui perempuan tersebut. Ternyata ia adalah seorang wanita tua renta yang buta dan lumpuh. Thalhah pun bertanya kepada perempuan tersebut: “Apa sebenarnya yang dilakukan oleh laki-laki ini di rumahmu?” Wanita tua itu menjawab: “Orang ini sudah sejak lama selalu datang dan merawatku, membawakan kebutuhan-kebutuhanku dan mengeluarkan kotoran dari rumahku.” Mendengar itu, Thalhah pun berkata kepada dirinya sendiri: “Cukup wahai Thalhah, apakah engkau ingin mencari-cari aib ‘Umar?”
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam: “Barang siapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu maka Allah mudahkan baginya jalan jalan menuju surga.” Yang dimaksud “menempuh jalan” dalam hadits ini bisa berarti menempuh jalan dalam arti yang sebenarnya, yaitu berjalan kaki, mengendarai motor atau semacamnya dengan tujuan mencari ilmu.
Bisa juga berarti menempuh jalan dalam arti maknawi, yaitu menghafal ilmu, mempelajarinya, mengulang-ulangnya, mencatatnya dan semacamnya. “Allah mudahkan baginya jalan menuju surga” bisa jadi maksudnya Allah mudahkan baginya jalan mencari ilmu agama, karena ilmu agama adalah jalan yang mengantarkannya menuju surga.
Bisa juga maksudnya Allah mudahkan baginya jalan memperoleh hidayah yang dengannya ia menempuh jalan menuju surga. Itu artinya upaya yang ia kerahkan dalam menuntut ilmu menjadi sebab ia mendapatkan hidayah dan menjadi sebab ia masuk surga. Jadi orang yang menempuh jalan ilmu dan tidak menyeleweng darinya akan sampai ke surga, melalui jalan yang paling dekat dan paling mudah ditempuh.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!