Khutbah Jumat: Keutamaan yang Semestinya Kita Lakukan
Maknanya: “... Barang siapa menutupi aib seorang Muslim, maka Allah tutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah akan memberikan pertolongan kepada hamba selama hamba tersebut memberikan pertolongan kepada saudaranya. Barang siapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah mudahkan baginya jalan menuju surga. Dan tidaklah sekelompok orang berkumpul di sebuah masjid untuk membaca Al-Qur’an dan mempelajari kandungannya kecuali turun kepada mereka ketenangan, diselimuti rahmat, dikelilingi para malaikat, dan disebut-sebut oleh Allah di kalangan para malaikat yang mulia, dan barang siapa lambat amalnya tidak akan dipercepat oleh nasabnya”(HR Muslim).
Hadirin rahimakumullah,
Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam: “Barang siapa menutupi aib seorang Muslim, maka Allah tutupi aibnya di dunia dan di akhirat.”
Mengenai hal ini, seorang ulama salaf berkata: “Aku mendapati sekelompok orang yang tidak memiliki aib, lalu mereka membicarakan aib orang lain, maka orang-orang pun membicarakan aib mereka. Dan aku mendapati sekelompok orang yang memilki aib lalu mereka tidak pernah membicarakan aib orang lain, maka kami pun melupakan aib-aib mereka.
Baginda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَنْ سَتَرَ عَوْرَةَ أَخِيْهِ الْـمُسْلِمِ سَتَرَ اللهُ عَوْرَتَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَمَنْ كَشَفَ عَوْرَةَ أَخِيْهِ الْمـُسْلِمِ كَشَفَ اللهُ عَوْرَتَهُ حَتَّى يَفْضَحَهُ بِهَا فِي بَيْتِهِ (رواه ابن ماجه)
Maknanya: “Barang siapa menutupi aib saudara Muslimnya, maka Allah tutup aibnya di hari kiamat, dan barang siapa membuka aib saudara Muslimnya maka Allah akan membuka aibnya, hingga Allah membuka kedok aibnya tersebut di rumahnya sendiri” (HR Ibnu Majah)
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!