Mediasi Qatar Picu Harapan Redanya Ketegangan AS-Iran 5 Aug 2026 Febrie Adriansyah Ajukan Dua Gugatan Praperadilan atas Status Tersangka 5 Aug 2026 Rakornas Dukcapil Perkuat Sinergi Layanan Administrasi Kependudukan Nasional 5 Aug 2026 Resmi Dibuka! Link 'War Tiket' Upacara HUT ke-81 RI di Istana 5 Aug 2026 PIHPS: Cabai Rawit Merah Rp45.150, Telur Ayam Rp24.000 per Kg 5 Aug 2026 Harga Emas Antam Turun Rp4.000, Kini Rp2.599.000 per Gram 5 Aug 2026 Disporaparbud Jember Koordinasi dengan BPCB Jatim Amankan Situs Gumuk Lesung dari Kerusakan 5 Aug 2026 Identitas Perempuan Tersambar KA Pangrango di Sukabumi Belum Terungkap 5 Aug 2026 Disdik Sukabumi Sebut Ijazah Korban Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya Masih Didata 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Mediasi Qatar Picu Harapan Redanya Ketegangan AS-Iran 5 Aug 2026 Febrie Adriansyah Ajukan Dua Gugatan Praperadilan atas Status Tersangka 5 Aug 2026 Rakornas Dukcapil Perkuat Sinergi Layanan Administrasi Kependudukan Nasional 5 Aug 2026 Resmi Dibuka! Link 'War Tiket' Upacara HUT ke-81 RI di Istana 5 Aug 2026 PIHPS: Cabai Rawit Merah Rp45.150, Telur Ayam Rp24.000 per Kg 5 Aug 2026 Harga Emas Antam Turun Rp4.000, Kini Rp2.599.000 per Gram 5 Aug 2026 Disporaparbud Jember Koordinasi dengan BPCB Jatim Amankan Situs Gumuk Lesung dari Kerusakan 5 Aug 2026 Identitas Perempuan Tersambar KA Pangrango di Sukabumi Belum Terungkap 5 Aug 2026 Disdik Sukabumi Sebut Ijazah Korban Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya Masih Didata 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026

KHUTBAH JUMAT | Ilmu Agama, Sangat Dibutuhkan Tapi Tidak Disadari

ED
Jumat, 4 November 2022 | 06:26 WIB
Bagikan
KHUTBAH JUMAT | Ilmu Agama, Sangat Dibutuhkan Tapi Tidak Disadari

VISI.NEWS -

ﺍﻟﺤﻤﺪُ ﻟﻠﻪِ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻋﻠَّﻢَ ﺑﺎﻟﻘﻠﻢِ، ﻋﻠَّﻢَ ﺍﻹﻧﺴﺎﻥَ ﻣَﺎ ﻟَﻢْ ﻳﻌﻠَﻢْ، ﻭﺍﻟﺼَّﻼﺓُ ﻭﺍﻟﺴَّﻼﻡُ ﻋﻠَﻰ ﻣُﻌﻠِّﻢِ ﺍﻟﻨﺎﺱِ ﺍﻟﺨﻴﺮَ ﻧﺒﻴِّﻨًﺎ ﻣﺤﻤﺪٍ، ﺑﻌﺜَﻪُ ﺍﻟﻠﻪُ ﴿ﺭَﺳُﻮﻟًﺎ ﻳَﺘْﻠُﻮ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺁﻳَﺎﺕِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻣُﺒَﻴِّﻨَﺎﺕٍ ﻟِﻴُﺨْﺮِﺝَ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﻭَﻋَﻤِﻠُﻮﺍ ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺤَﺎﺕِ ﻣِﻦْ ﺍﻟﻈُّﻠُﻤَﺎﺕِ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻨُّﻮﺭِ﴾ ﺍﻟﻠﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻭﺳﻠِّﻢْ ﻭﺑﺎﺭِﻙْ ﻋﻠﻴﻪِ ﺗﺴﻠﻴﻤًﺎ ﻛﺜﻴﺮًﺍ . ﻭَﺃﺷﻬﺪُ ﺃﻥ ﻟَّﺎ ﺇﻟﻪَ ﺇﻟَّﺎ ﺍﻟﻠﻪُ ﻭﺣﺪﻩُ ﻟَﺎ ﺷﺮﻳﻚَ ﻟﻪُ ﻭﺃﺷﻬﺪُ ﺃﻥَّ ﻣﺤﻤﺪًﺍ ﻋﺒﺪُﻩ ﻭﺭﺳﻮﻟُﻪ، ﴿ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﺍﺗَّﻘُﻮﺍ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻭَﻟْﺘَﻨْﻈُﺮْ ﻧَﻔْﺲٌ ﻣَﺎ ﻗَﺪَّﻣَﺖْ ﻟِﻐَﺪٍ ﻭَﺍﺗَّﻘُﻮﺍ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺧَﺒِﻴﺮٌ ﺑِﻤَﺎ ﺗَﻌْﻤَﻠُﻮﻥَ﴾ … ﺃﻣَّﺎ ﺑﻌﺪُ :

Ibadallah, Khatib mewasiatkan kepada diri khatib pribadi dan jemaah sekalian agar senantiasa bertakwa kepada Allah Taala. Karena hanya dengan ketakwaanlah seseorang akan bahagia dan sukses dalam mengarungi kehidupan dunia dan akhirat.

Kaum muslim rahimakumullah, Sebelum Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam diutus, manusia hidup dalam kondisi dan zaman jahiliyah. Tidak mengenal Allah dan tidak mengenal Islam. Kemudian Allah terangi manusia dengan cahaya wahyu. Allah Ta’ala berfirman,

ﻫُﻮَ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺑَﻌَﺚَ ﻓِﻲ ﺍﻷُﻣِّﻴِّﻴﻦَ ﺭَﺳُﻮﻟًﺎ ﻣِﻨْﻬُﻢْ ﻳَﺘْﻠُﻮ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢْ ﺁﻳَﺎﺗِﻪِ ﻭَﻳُﺰَﻛِّﻴﻬِﻢْ ﻭَﻳُﻌَﻠِّﻤُﻬُﻢْ ﺍﻟْﻜِﺘَﺎﺏَ ﻭَﺍﻟْﺤِﻜْﻤَﺔَ ﻭَﺇِﻥْ ﻛَﺎﻧُﻮﺍ ﻣِﻦْ ﻗَﺒْﻞُ ﻟَﻔِﻲ ﺿَﻼﻝٍ ﻣُﺒِﻴﻦٍ

“Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata.”

Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Iyadh bin Himar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﻭَﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠﻪَ ﻧَﻈَﺮَ ﺇِﻟَﻰ ﺃَﻫْﻞِ ﺍﻟْﺄَﺭْﺽِ، ﻓَﻤَﻘَﺘَﻬُﻢْ ﻋَﺮَﺑَﻬُﻢْ ﻭَﻋَﺠَﻤَﻬُﻢْ، ﺇِﻟَّﺎ ﺑَﻘَﺎﻳَﺎ ﻣِﻦْ ﺃَﻫْﻞِ ﺍﻟْﻜِﺘَﺎﺏِ

"Sesungguhnya Allah melihat penduduk bumi. Lalu Allah murka kepada mereka semua, yang arab maupun non-arab, selain beberapa orang di kalangan ahli kitab.." .

Wahyu adalah Al Quran dan sunnah. Inilah sumber utama ilmu syar’i. Allah Ta’ala berfirman,

ﻭَﻟَﺌِﻦْ ﺍﺗَّﺒَﻌْﺖَ ﺃَﻫْﻮَﺍﺀَﻫُﻢْ ﻣِﻦْ ﺑَﻌْﺪِ ﻣَﺎ ﺟَﺎﺀَﻙَ ﻣِﻦْ ﺍﻟْﻌِﻠْﻢِ ﺇِﻧَّﻚَ ﺇِﺫًﺍ ﻟَﻤِﻦْ ﺍﻟﻈَّﺎﻟِﻤِﻴﻦَ

“Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah datang ilmu kepadamu, sesungguhnya kamu — kalau begitu — termasuk golongan orang-orang yang zalim.” .

Karena begitu pentingnya ilmu, Allah tidak memerintahkan Nabi-Nya untuk meminta tambahan kecuali meminta tambahan ilmu. Allah Ta’ala berfirman,

ﻭَﻗُﻞْ ﺭَﺏِّ ﺯِﺩْﻧِﻲ ﻋِﻠْﻤًﺎ

“Dan katakanlah: Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan”. .

Padahal kita mengetahui, banyak hal penting di dunia ini. Tapi Allah tidak memerintahkan Nabi-Nya untuk meminta tambahan kecuali hanya ilmu saja. Dan dengan ilmu inilah orang-orang menjadikan orang-orang yang takut kepada Allah adalah orang yang berilmu. Sebagaimana firman-Nya,

ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﻳَﺨْﺸَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻣِﻦْ ﻋِﺒَﺎﺩِﻩِ ﺍﻟْﻌُﻠَﻤَﺎﺀُ

“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama.” .

Karena tingginya kedudukan ilmu, Allah membuat pola kalimat yang sama dalam membandingkan orang-orang yang berilmu dengan orang-orang yang bodoh dengan pola kalimat penduduk surga dan penduduk neraka.

ﻗُﻞْ ﻫَﻞْ ﻳَﺴْﺘَﻮِﻱ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻳَﻌْﻠَﻤُﻮﻥَ ﻭَﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻻ ﻳَﻌْﻠَﻤُﻮﻥَ

Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?”

Dengan firman-Nya,

ﻻ ﻳَﺴْﺘَﻮِﻱ ﺃَﺻْﺤَﺎﺏُ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ ﻭَﺃَﺻْﺤَﺎﺏُ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﺃَﺻْﺤَﺎﺏُ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﻫُﻢْ ﺍﻟْﻔَﺎﺋِﺰُﻭﻥَ

“Tidaklah sama penghuni-penghuni neraka dengan penghuni-penghuni jannah; penghuni-penghuni jannah itulah orang-orang yang beruntung.” .

Dan kedudukan ilmu pulalah yang membedakan buruan yang digigit anjing terlatih dengan anjing liar yang tak terlatih. Allah Ta’ala berfirman,

ﻭَﻣَﺎ ﻋَﻠَّﻤْﺘُﻢْ ﻣِﻦْ ﺍﻟْﺠَﻮَﺍﺭِﺡِ ﻣُﻜَﻠِّﺒِﻴﻦَ ﺗُﻌَﻠِّﻤُﻮﻧَﻬُﻦَّ ﻣِﻤَّﺎ ﻋَﻠَّﻤَﻜُﻢْ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻓَﻜُﻠُﻮﺍ ﻣِﻤَّﺎ ﺃَﻣْﺴَﻜْﻦَ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻭَﺍﺫْﻛُﺮُﻭﺍ ﺍﺳْﻢَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻋَﻠَﻴْﻪِ

“Dihalalkan bagimu yang baik-baik dan (buruan yang ditangkap) oleh binatang buas yang telah kamu ajar dengan melatih nya untuk berburu; kamu mengajarnya menurut apa yang telah diajarkan Allah kepadamu. Maka makanlah dari apa yang ditangkapnya untukmu, dan sebutlah nama Allah atas binatang buas itu (waktu melepaskannya).”

Banyak sekali nas syar’i baik dari Al Quran maupun as-sunnah yang menjelaskan tentang keutamaan ilmu agama. Contoh lainnya adalah hadis berikut ini.

"Dari Muawiyah bin Abu Sufyan radhiallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﻣَﻦْ ﻳُﺮِﺩِ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺑِﻪِ ﺧَﻴْﺮًﺍ ﻳُﻔَﻘِّﻬْﻪُ ﻓِﻲ ﺍﻟﺪِّﻳﻦِ

Siapa yang Allah kehendaki untuk mendapat kebaikan, maka Allah akan memahamkannya agama.” .

Demikian juga hadis dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﻭَﻣَﻦْ ﺳَﻠَﻚَ ﻃَﺮِﻳﻘًﺎ ﻳَﻠْﺘَﻤِﺲُ ﻓِﻴﻪِ ﻋِﻠْﻤًﺎ، ﺳَﻬَّﻞَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻟَﻪُ ﺑِﻪِ ﻃَﺮِﻳﻘًﺎ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ

“Siapa yang menempuh satu jalan untuk mendapatkan ilmu, maka Allah akan mudahkan jalannya menuju surga.” .

Imam Adz-Dzahabi dalam kitabnya Siyar A’lam an-Nubala meriwayatkan dari Abu Musa al-Asy’ari radhiallahu ‘anhu, ia berkata,

ﻟَﻤَﺠْﻠِﺲٌ ﺃَﺟْﻠِﺴُﻪُ ﻣِﻦْ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺑْﻦِ ﻣَﺴْﻌُﻮﺩٍ ﺃَﻭْﺛَﻖُ ﻓِﻲ ﻧَﻔْﺴِﻰ ﻣِﻦْ ﻋَﻤَﻞِ ﺳَﻨَﺔٍ

“Suatu majelis yang aku duduk bersama Abdullah bin Mas’ud, sungguh lebih berpengaruh pada jiwaku dibanding amalan sunat.”

Ibadallah, Ketauhilah bahwa mempelajari ilmu agama itu lebih utama dibanding ibadah-ibadah sunat. Belajar ilmu agama lebih utama daripada shalat sunat dan membaca Alquran. Perhatikan Riwayat berikut ini. Dari Abu Hurairah dan Abu Dzar radhiallahu ‘anhuma, keduanya berkata,

ﺑﺎﺏٌ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻌﻠﻢِ ﻳﺘﻌﻠَّﻤُﻪُ ﺃَﺣَﺐُّ ﺇِﻟﻴﻨَﺎ ﻣِﻦْ ﺃَﻟْﻒِ ﺭَﻛْﻌَﺔِ ﺗَﻄَﻮُّﻉ

“Satu permasalahan tentang ilmu yang dipelajari, lebih kami sukai daripada 1000 rakaat shalat sunnah.”

Demikian juga dengan ucapan seorang tabi’in, Ibnu Syihab az-Zuhri: ﻣَﺎ ﻋُﺒِﺪَ ﺍﻟﻠﻪُ ﺑﻤﺜﻞِ ﺍﻟﻌﻠﻢِ

“Tidak ada ibadah kepada Allah yang selevel dengan ibadah belajar agama.”

Semua ayat, hadis, dan ucapan para ulama ini menunjukkan keutamaan belajar ilmu agama. Bukan tentang ilmu dunia. Seperti ilmu teknik, kedokteran, dll. padahal ilmu-ilmu ini juga sangat penting dan bermanfaat.

Bahkan manusia merasakan kemanfaatannya secara langsung dalam kehidupan dunia mereka. Namun dengan fungsi, kebutuhan manusia, dan nilai ilmu dunia itu, Allah tetap lebih memuji ilmu agama dibanding ilmu-ilmu tersebut.

Bukan berarti ilmu-ilmu dunia ini tidak penting. Tapi Allah dan Rasul-Nya hendak menunjukkan bahwa ilmu agama itu langsung mendapat pujian dari Allah dan Rasul-Nya.

Ibadallah, Sesungguhnya hidup ini amatlah singkat. Dan dalam hidup yang singkat ini kita diciptakan untuk satu tujuan, yaitu beribadah kepada Allah semata. Allah Ta’ala berfirman,

ﻭَﻣَﺎ ﺧَﻠَﻘْﺖُ ﺍﻟْﺠِﻦَّ ﻭَﺍﻹِﻧﺲَ ﺇِﻻَّ ﻟِﻴَﻌْﺒُﺪُﻭﻥِ

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” .

Tidak sah dan tidak diterima ibadah seseorang kecuali dengan ilmu agama. Karena hakikat dari ilmu agama adalah sebagai jalan yang Allah jadikan agar kita sampai pada rahmat-Nya di akhirat kelak.

Oleh karena itu, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan dalam ilmu agama ini.

Pertama: ilmu agama itu dari sisi hukumnya ada dua. (1) ilmu yang wajib dan (2) ilmu yang sunat. Ilmu yang wajib; ada yang wajib bagi setiap individu.

Seperti: pengetahuan tentang tauhid. Akidah tentang Allah Subhanahu wa Ta’ala. Pengetahuan tentang tata cara wudhu, mandi junub, serta syarat-syarat dan pembatal-pembatalnya.

Kemudian pengetahuan tentang shalat; syarat-syarat dan rukun-rukunnya.

Kemudian ada ilmu yang wajib tergantung kondisi orangnya. Misalnya: ada orang yang memiliki harta, maka wajib baginya mempelajari hukum-hukum zakat. Berbeda dengan orang yang hartanya sedikit.

Demikian juga dengan para pedagang, wajib bagi mereka mempelajari fikih muamalah. Selain dari itu, maka termasuk ilmu syar’i yang sunat hukumnya.

Kedua: manusia itu terbagi menjadi dua kelompok. Ada yang dikategorikan pelajar ilmu agama. Mereka ini mempelajari ilmu agama dengan dalil-dalilnya.

Mereka haru belajar kepada para ulama yang terpercaya. Kelompok kedua adalah masyarakat awam. Dan ini adalah mayoritas masyarakat. Mereka belajar dengan cara meminta fatwa kepada orang-orang yang berilmu. Tetang mereka ini, Allah Ta’ala berfirman,

ﻓَﺎﺳْﺄَﻟُﻮﺍ ﺃَﻫْﻞَ ﺍﻟﺬِّﻛْﺮِ ﺇِﻥْ ﻛُﻨْﺘُﻢْ ﻻ ﺗَﻌْﻠَﻤُﻮﻥَ

“Bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui.” .

Namun kalau mereka juga mengetahui dalilnya, tentu itu lebih sempurna.

Ketiga: Keutamaan ilmu itu tidak terkhusus hanya didapatkan oleh orang-orang yang secara khusus mempelajari agama. Keutamaan ilmu juga diperoleh oleh orang-orang awam yang belajar.

Siapa saja yang menghadiri majelis ilmu atau pengajian, atau mendengarkannya melalui sarana-sarana modern seperti youtube dll., atau dengan membaca buku-buku yang bermanfaat, mereka semua mendapatkan keutamaan ilmu.

Keempat: Bersemangatlah untuk menyebarkan ilmu di rumah kita. Kepada istri dan anak-anak.

Demikian juga kepada saudara dan kerabat. Kalau kita seorang pelajar ilmu agama, maka berikan pengajaran kepada mereka. Ajarkan mereka kitab-kitab para ulama. Tentang tauhid, fikih, dan adab.

Kelima: buat program untuk dirimu, istri, dan anak-anak atau mereka yang di bawah tangunganmu untuk mengkaji ilmu-ilmu yang fundamental.

Buat jadwal untuk diri kita, istri, dan anak-anak kita untuk menghafal doa-doa dan dzikir. Khususnya doa dan dzikir pagi dan petang. Dan dzikir-dzikir setelah shalat. Saudaraku kaum muslimin,

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberi kita taufik bersemangat mempelajari ilmu agama ini dan mengamalkannya. Mengajarkannya kepada keluarga kita, kerabat kita, dan orang-orang yang menjadi tanggungan kita.

ﺃَﻗﻮﻝُ ﻣَﺎ ﻗُﻠﺖُ، ﻭﺃﺳﺘﻐﻔِﺮُ ﺍﻟﻠﻪَ ﻟﻲ ﻭﻟَﻜُﻢْ ﻓﺎﺳﺘﻐﻔﺮﻭﻩُ ﺇﻧَّﻪُ ﻫﻮَ ﺍﻟﻐﻔﻮﺭُ ﺍﻟﺮَّﺣﻴﻢُ .

@fen/sumber: khotbahjumat.com

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.