KHUTBAH JUMAT | Ilmu Agama, Sangat Dibutuhkan Tapi Tidak Disadari
ﺍﻟﺤﻤﺪُ ﻟﻠﻪِ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻋﻠَّﻢَ ﺑﺎﻟﻘﻠﻢِ، ﻋﻠَّﻢَ ﺍﻹﻧﺴﺎﻥَ ﻣَﺎ ﻟَﻢْ ﻳﻌﻠَﻢْ، ﻭﺍﻟﺼَّﻼﺓُ ﻭﺍﻟﺴَّﻼﻡُ ﻋﻠَﻰ ﻣُﻌﻠِّﻢِ ﺍﻟﻨﺎﺱِ ﺍﻟﺨﻴﺮَ ﻧﺒﻴِّﻨًﺎ ﻣﺤﻤﺪٍ، ﺑﻌﺜَﻪُ ﺍﻟﻠﻪُ ﴿ﺭَﺳُﻮﻟًﺎ ﻳَﺘْﻠُﻮ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺁﻳَﺎﺕِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻣُﺒَﻴِّﻨَﺎﺕٍ ﻟِﻴُﺨْﺮِﺝَ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﻭَﻋَﻤِﻠُﻮﺍ ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺤَﺎﺕِ ﻣِﻦْ ﺍﻟﻈُّﻠُﻤَﺎﺕِ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻨُّﻮﺭِ﴾ ﺍﻟﻠﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻭﺳﻠِّﻢْ ﻭﺑﺎﺭِﻙْ ﻋﻠﻴﻪِ ﺗﺴﻠﻴﻤًﺎ ﻛﺜﻴﺮًﺍ . ﻭَﺃﺷﻬﺪُ ﺃﻥ ﻟَّﺎ ﺇﻟﻪَ ﺇﻟَّﺎ ﺍﻟﻠﻪُ ﻭﺣﺪﻩُ ﻟَﺎ ﺷﺮﻳﻚَ ﻟﻪُ ﻭﺃﺷﻬﺪُ ﺃﻥَّ ﻣﺤﻤﺪًﺍ ﻋﺒﺪُﻩ ﻭﺭﺳﻮﻟُﻪ، ﴿ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﺍﺗَّﻘُﻮﺍ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻭَﻟْﺘَﻨْﻈُﺮْ ﻧَﻔْﺲٌ ﻣَﺎ ﻗَﺪَّﻣَﺖْ ﻟِﻐَﺪٍ ﻭَﺍﺗَّﻘُﻮﺍ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺧَﺒِﻴﺮٌ ﺑِﻤَﺎ ﺗَﻌْﻤَﻠُﻮﻥَ﴾ … ﺃﻣَّﺎ ﺑﻌﺪُ :
Ibadallah, Khatib mewasiatkan kepada diri khatib pribadi dan jemaah sekalian agar senantiasa bertakwa kepada Allah Taala. Karena hanya dengan ketakwaanlah seseorang akan bahagia dan sukses dalam mengarungi kehidupan dunia dan akhirat.
Kaum muslim rahimakumullah, Sebelum Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam diutus, manusia hidup dalam kondisi dan zaman jahiliyah. Tidak mengenal Allah dan tidak mengenal Islam. Kemudian Allah terangi manusia dengan cahaya wahyu. Allah Ta’ala berfirman,
ﻫُﻮَ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺑَﻌَﺚَ ﻓِﻲ ﺍﻷُﻣِّﻴِّﻴﻦَ ﺭَﺳُﻮﻟًﺎ ﻣِﻨْﻬُﻢْ ﻳَﺘْﻠُﻮ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢْ ﺁﻳَﺎﺗِﻪِ ﻭَﻳُﺰَﻛِّﻴﻬِﻢْ ﻭَﻳُﻌَﻠِّﻤُﻬُﻢْ ﺍﻟْﻜِﺘَﺎﺏَ ﻭَﺍﻟْﺤِﻜْﻤَﺔَ ﻭَﺇِﻥْ ﻛَﺎﻧُﻮﺍ ﻣِﻦْ ﻗَﺒْﻞُ ﻟَﻔِﻲ ﺿَﻼﻝٍ ﻣُﺒِﻴﻦٍ
“Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata.”
Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Iyadh bin Himar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ﻭَﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠﻪَ ﻧَﻈَﺮَ ﺇِﻟَﻰ ﺃَﻫْﻞِ ﺍﻟْﺄَﺭْﺽِ، ﻓَﻤَﻘَﺘَﻬُﻢْ ﻋَﺮَﺑَﻬُﻢْ ﻭَﻋَﺠَﻤَﻬُﻢْ، ﺇِﻟَّﺎ ﺑَﻘَﺎﻳَﺎ ﻣِﻦْ ﺃَﻫْﻞِ ﺍﻟْﻜِﺘَﺎﺏِ
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!