KHUTBAH JUMAT | Bencana Alam
Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah
Salah satu upaya untuk meningkatkan iman dan takwa adalah dengan menumbuhkan empati terhadap saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah. Bencana yang menimpa saudara kita di Sumatra, pada hakikatnya tidak hanya ujian bagi mereka, tetapi juga ujian bagi iman kita. Seberapa jauh jiwa kita terpanggil untuk merasakan penderitaan mereka, dan seberapa besar kepedulian kita tergerak untuk memberikan bantuan kepada mereka.
Menumbuhkan empati melalui aksi nyata dengan memberikan pertolongan kepada saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah merupakan anjuran yang sangat ditekankan dalam ajaran Islam. Allah swt berfirman dalam Al-Qur’an:
وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئاً وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَاناً وَبِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ
Artinya, “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil, serta hamba sahaya yang kamu miliki.” (QS An-Nisa’, : 36). Dalam ayat yang lain, Allah swt juga berfirman:
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلا تَعَاوَنُوا عَلَى الأِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
Artinya, “Tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat berat siksaan-Nya.” (QS Al-Ma’idah, : 2). Merujuk penjelasan Imam al-Qurthubi, salah satu alasan kenapa Allah menyandingkan kata “tolong menolong dalam kebaikan” dan “takwa”, karena agar kita sadar bahwa kesempurnaan iman seseorang adalah apabila sudah mampu menggabungkan keduanya dalam aksi nyata.
Tolong menolong artinya kita berempati terhadap orang lain, sementara takwa artinya kita menjalankan perintah dari-Nya. Maka jika mampu menggabungkan keduanya dalam aksi nyata sehari-hari, di situlah letak kesempurnaan iman kita. Karena dalam ketakwaan terdapat ridha Allah, dan dalam tolong-menolong terdapat ridha manusia. Imam al-Qurthubi dalam kitab al-Jami’ li Ahkamil Qur’an, jilid VI, halaman 47 mengatakan:
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!