Kepercayaan pada Fakta Runtuh di Era AI
Transparansi adalah kunci kepercayaan dalam pemeriksaan fakta. /Erik Mclean/Unsplash
Namun, literasi media di era AI tidak seharusnya berhenti pada kemampuan mengenali gambar palsu, suara sintetis, atau video hasil manipulasi.
Masyarakat juga perlu memiliki literasi tata kelola platform.
Artinya, pengguna harus memahami siapa yang membuat keputusan mengenai informasi, bagaimana keputusan tersebut diambil, bagaimana keputusan dapat digugat, dan kepentingan apa yang mungkin memengaruhinya.
Dengan demikian, kemampuan literasi digital bukan sekadar bertanya:
"Apakah ini dibuat AI?"
Tetapi juga:
"Siapa yang mengatakan bahwa ini palsu atau benar, dan bagaimana saya bisa memeriksa keputusan tersebut?"
Manusia masih memegang peran penting
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!