Kepercayaan pada Fakta Runtuh di Era AI
Transparansi adalah kunci kepercayaan dalam pemeriksaan fakta. /Erik Mclean/Unsplash
Siapa yang memiliki kekuasaan untuk menentukan apa yang benar?
Kemudian muncul pertanyaan lanjutan:
Bagaimana keputusan tersebut dibuat?
Bukti apa yang digunakan?
Siapa yang dapat mengoreksi keputusan?
Apa yang terjadi setelah sebuah konten dinyatakan benar atau salah?
Insentif apa yang memengaruhi keputusan tersebut?
Pertanyaan ini semakin penting karena platform digital modern tidak bekerja seperti lembaga pemeriksa fakta tradisional.
Dulu, proses verifikasi yang lambat masih dapat diterima karena prosesnya relatif dapat dilihat dan diperiksa. Kini, keputusan tentang informasi yang muncul di hadapan pengguna sering kali dipengaruhi oleh sistem platform yang kompleks dan tidak sepenuhnya transparan.
Pada saat yang sama, algoritma platform dapat memberikan keuntungan besar kepada konten yang memicu kemarahan, kontroversi, atau keterlibatan tinggi.
Literasi media tidak cukup hanya dengan "mendeteksi yang palsu"
Australia kini sedang menyusun National Media Literacy Strategy, sebuah langkah yang dinilai penting untuk menghadapi lingkungan informasi baru.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!