Kepercayaan pada Fakta Runtuh di Era AI
Transparansi adalah kunci kepercayaan dalam pemeriksaan fakta. /Erik Mclean/Unsplash
Keputusan tersebut tidak hanya berdampak pada Meta. Ketika dukungan finansial dan operasional dari platform besar menghilang, ekosistem pemeriksaan fakta ikut menyusut. Organisasi dan komunitas pemeriksa fakta masih bertahan, tetapi kapasitasnya menjadi lebih kecil.
Media juga mengubah cara melakukan verifikasi
Tekanan terhadap pemeriksa fakta tidak hanya datang dari perubahan kebijakan perusahaan teknologi. Media juga menghadapi persoalan baru berupa banjir konten yang dihasilkan atau dimanipulasi AI.
BBC, misalnya, mengganti unit Reality Check pada 2023 dengan BBC Verify, yang lebih berfokus pada autentikasi gambar dan video. Australian Broadcasting Corporation (ABC) juga mengganti unit ABC RMIT Fact Check dengan ABC Verify.
Perubahan tersebut menunjukkan pergeseran penting: verifikasi informasi tidak lagi hanya mengenai apakah sebuah klaim faktual benar atau salah. Jurnalis kini harus memeriksa apakah foto, video, audio, dan bukti digital benar-benar autentik.
Masalahnya, jumlah konten yang beredar jauh lebih cepat daripada kemampuan manusia untuk memeriksanya satu per satu.
Tiga model verifikasi kini bersaing
Menurut Watt dan Riedlinger, terdapat tiga pendekatan utama yang kini digunakan untuk menghadapi persoalan tersebut:
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!