Kepala BPOM Temui Jaksa Agung Minta Pendampingan Berantas Mafia-Korupsi
"Nah dalam konteks penyidikan ini, tentu kami sangat membutuhkan bimbingan dari kejaksaan. Karena penyidik tentu kita paham dalam semua masalah hukum, penyidik sangat penting. Kalau kita sekarang ini baru memiliki pegawai seluruh Indonesia, baru 6.700, dan untuk PPNS, penyidik pegawai negeri sipil, kita baru 600 orang. Jadi kurang lebih baru sekitar 10 persen, dan itu masih kita butuhkan tambahan," ujarnya.
Taruna juga berbicara terkait pendampingan yang akan dilakukan di tingkat daerah dengan cara BPOM bekerja sama dengan masing-masing Kejaksaan Tinggi. Hal itu dilakukan sebagai komitmen BPOM untuk menjadi lembaga yang bersih dari korupsi dan bebas dari mafia.
"Itulah tujuan utama kami menghadap Bapak Jaksa Agung, untuk menunjukkan komitmen besar kami bahwa Badan Pengawas Obat dan Makanan ingin menjadi lembaga yang anti-korupsi, lembaga negara yang bebas dari mafia," kata Taruna.
"Untuk sama-sama menyelamatkan keselamatan bangsa, bukan hanya dalam konteks anggaran. Tapi Badan Pengawas Obat dan Makanan juga mengawasi hajat orang banyak, termasuk kesehatannya," pungkasnya. @desi
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!