Kembalikan Seragamku
Oleh H. Jaenudin
SATUAN Pengamanan (Satpam) beberapa waktu lalu berganti seragam dari putih biru, menjadi coklat mirip seragam polisi. Entah siapa yang mempunyai ide tersebut. Saya mengetahui seragam Satpam mirip seragam Polri, ketika ada seminar yang dilaksanakan disalah satu hotel terkenal di Jln. Asia Afrika Bandung dan masuk di Wilayah Lengkong pada tahun 2021.
Ketika itu Kapolri, masih dijabat oleh Jenderal Polisi Drs. Idham Azis, M.M., dan Baharkam dijabat oleh Komjen Agus Ardianto dalam benak penulis sempat berpikir kenapa seragam Satpam berbaju coklat?
Padahal sepengetahuan penulis, pernah dulu Kepolisian Republik Indonesia (Polri) , berganti seragam, mirip polisi Thailand, namun tidak berumur lama, akhirnya berbalik lagi kepada seragam coklat.
Kemudian pada tahun 2021 ada semacam gagasan polisi akan mengikuti standar internasional model seragam Kepolisian New York Amerika Serikat, Putih biru. Justru terbalik seragam satuan pengamanan menjadi seragam Polri.
Hasil pengamatan penulis ada beberapa aspek yang merugikan dan menguntungkan, dengan seragam Satpam mirip polisi itu. Pertama, dari segi phisikologis, bagi anggota kepolisian khususnya polisi remaja baik polisi laki-laki atau polisi wanita (Polwan), mereka menyampaikan unek-uneknya, kalau mau ke mal, atau tempat lainnya merasa minder karena takut dikatakan Satpam. Apalagi jika memakai jaket.
Penulis yang merupakan anggota polisi, sejak jaman pemerintahan Presiden Soeharto dikenal bahwa seragam coklat, merupakan seragam khas Polri. Dulu ketika Polri, berada dibawah ABRI, tetap seragam harian adalah baju berwarna ko coklat, sementara celana berwarna kopi coklat.
Sekitar tahun 1984, waktu pendidikan masih menggunakan seragam hijau ABRI, namun setelah dilantik tetap pakaian yang digunakan adalah berwarna coklat. Gagasan mengganti warna pakaian dinas Polri, idealnya memerlukan masukan dari seluruh komponen.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!