Kematian Pria di Jombang Masih Misterius, Polisi Selidiki
Polres Jember melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kasus meninggalnya seorang pria lanjut usia yang ditemukan dalam kondisi terbakar di Dusun Krajan, Desa Jombang, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember, Rabu (3/6/2026) malam./visi.news/ist.
VISI.NEWS | JEMBER – Aparat kepolisian masih mendalami kasus meninggalnya seorang pria lanjut usia yang ditemukan dalam kondisi terbakar di dalam kamar rumahnya di Dusun Krajan, Desa Jombang, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember, Rabu (3/6/2026) malam.
Korban diketahui bernama Slamet Sucipto (63). Peristiwa tragis tersebut mengundang perhatian warga sekitar karena ditemukan sejumlah indikasi yang dinilai tidak biasa di lokasi kejadian.
Sejak menerima laporan, jajaran Polsek Jombang bersama tim dari Polres Jember langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengumpulkan berbagai petunjuk yang dapat mengungkap penyebab pasti kematian korban.
Dalam proses pemeriksaan awal, petugas menemukan beberapa barang yang diduga berkaitan dengan peristiwa kebakaran. Selain itu, tim juga mencium aroma bahan bakar di area kamar tempat korban ditemukan, sehingga memunculkan dugaan yang masih perlu dibuktikan melalui penyelidikan lebih lanjut.
Untuk memastikan penyebab kematian secara ilmiah, jenazah korban kemudian dibawa ke RSD dr. Soebandi Jember guna menjalani pemeriksaan forensik dan autopsi oleh tim Inafis Polres Jember.
Kapolsek Jombang, Iptu Imam Kusuma, saat dikonfirmasi pada Kamis (4/6/2026), menegaskan bahwa hingga saat ini pihaknya belum dapat menarik kesimpulan terkait penyebab kematian korban.
"Tim gabungan masih melakukan penyelidikan. Beberapa barang bukti dari lokasi kejadian sudah kami amankan, termasuk tempat tidur dan sejumlah peralatan yang terindikasi terdapat bau bahan bakar. Namun kami belum bisa menyimpulkan apa pun sebelum hasil pemeriksaan forensik keluar," ujarnya.
Menurutnya, seluruh kemungkinan masih terbuka dan penyidik bekerja berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan di lapangan. Oleh karena itu, polisi memilih berhati-hati dalam menyampaikan informasi kepada publik agar tidak menimbulkan spekulasi.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!