Kematian Pria di Jombang Masih Misterius, Polisi Selidiki

Desi Rossilawati Abdul Ghofur
Kamis, 4 Juni 2026 | 16:17 WIB
Bagikan
Kematian Pria di Jombang Masih Misterius, Polisi Selidiki

Polres Jember melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kasus meninggalnya seorang pria lanjut usia yang ditemukan dalam kondisi terbakar di Dusun Krajan, Desa Jombang, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember, Rabu (3/6/2026) malam./visi.news/ist.

VISI.NEWS | JEMBER – Aparat kepolisian masih mendalami kasus meninggalnya seorang pria lanjut usia yang ditemukan dalam kondisi terbakar di dalam kamar rumahnya di Dusun Krajan, Desa Jombang, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember, Rabu (3/6/2026) malam.

Korban diketahui bernama Slamet Sucipto (63). Peristiwa tragis tersebut mengundang perhatian warga sekitar karena ditemukan sejumlah indikasi yang dinilai tidak biasa di lokasi kejadian.

Sejak menerima laporan, jajaran Polsek Jombang bersama tim dari Polres Jember langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengumpulkan berbagai petunjuk yang dapat mengungkap penyebab pasti kematian korban.

Dalam proses pemeriksaan awal, petugas menemukan beberapa barang yang diduga berkaitan dengan peristiwa kebakaran. Selain itu, tim juga mencium aroma bahan bakar di area kamar tempat korban ditemukan, sehingga memunculkan dugaan yang masih perlu dibuktikan melalui penyelidikan lebih lanjut.

Untuk memastikan penyebab kematian secara ilmiah, jenazah korban kemudian dibawa ke RSD dr. Soebandi Jember guna menjalani pemeriksaan forensik dan autopsi oleh tim Inafis Polres Jember.

Kapolsek Jombang, Iptu Imam Kusuma, saat dikonfirmasi pada Kamis (4/6/2026), menegaskan bahwa hingga saat ini pihaknya belum dapat menarik kesimpulan terkait penyebab kematian korban.

"Tim gabungan masih melakukan penyelidikan. Beberapa barang bukti dari lokasi kejadian sudah kami amankan, termasuk tempat tidur dan sejumlah peralatan yang terindikasi terdapat bau bahan bakar. Namun kami belum bisa menyimpulkan apa pun sebelum hasil pemeriksaan forensik keluar," ujarnya.

Menurutnya, seluruh kemungkinan masih terbuka dan penyidik bekerja berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan di lapangan. Oleh karena itu, polisi memilih berhati-hati dalam menyampaikan informasi kepada publik agar tidak menimbulkan spekulasi.

Sebagai bagian dari proses penyelidikan, rumah korban kini telah dipasangi garis polisi untuk menjaga keutuhan TKP dan mencegah adanya pihak yang masuk tanpa izin.

Iptu Imam juga membenarkan adanya keberatan dari pihak keluarga terkait rencana autopsi. Namun karena ditemukan sejumlah indikasi yang memerlukan pendalaman lebih lanjut, proses tersebut tetap dilakukan sesuai prosedur hukum.

"Memang ada keberatan dari keluarga terkait autopsi. Akan tetapi, karena terdapat beberapa hal yang perlu dipastikan dan ada dugaan kejanggalan dalam peristiwa ini, maka autopsi tetap kami lakukan untuk kepentingan penyelidikan serta memperoleh kepastian penyebab kematian korban," tegasnya.

Hingga kini, polisi masih menunggu hasil pemeriksaan forensik dan analisis barang bukti yang telah diamankan. Hasil tersebut nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan apakah peristiwa yang menewaskan korban murni akibat kebakaran, kecelakaan, atau terdapat faktor lain yang menyebabkan kematiannya.

Sementara itu, suasana duka masih menyelimuti keluarga korban dan warga sekitar yang berharap penyebab pasti kejadian tersebut segera terungkap sehingga tidak menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.