Kekeringan Landa Tasikmalaya, 850 KK Terdampak Krisis Air
Ilustrasi./visi.news/ist.
Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya juga melakukan langkah koordinasi lintas sektor guna mempercepat penanganan dampak kekeringan. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Roni, menyebutkan bahwa rapat koordinasi dilakukan untuk menyatukan langkah berbagai pihak.
"Melalui rakor lintas sektor ini, kita menyatukan komitmen dan sumber daya agar penanganan di lapangan yang nantinya bisa berjalan cepat, terpadu, dan tepat sasaran," kata Roni.
Ia menambahkan bahwa rakor tersebut merupakan tindak lanjut dari peringatan dini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi kekeringan pada musim kemarau tahun ini.
Selain krisis air bersih, pemerintah daerah juga mengantisipasi dampak lain seperti kekeringan lahan pertanian serta potensi kebakaran hutan dan lahan yang diperkirakan meningkat menjelang puncak musim kemarau pada Agustus 2026.
Roni menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam penanganan kondisi tersebut.
"Kami tidak bisa bergerak sendiri, potensi bencana kekeringan, krisis air bersih, dan karhutla ini nyata," katanya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!