Kekayaan Sejarah dan Kuliner Ngawi yang Luput dari Wisatawan

ED
Sabtu, 20 Juni 2026 | 04:15 WIB
Bagikan
/

Benteng ini dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda pada rentang 1839–1845 atas prakarsa Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch. Lokasinya sangat strategis karena berada di pertemuan Sungai Bengawan Solo dan Sungai Madiun, yang pada masa itu merupakan jalur perdagangan dan pertahanan penting. 

Arsitektur benteng yang kokoh dengan gaya Eropa klasik masih terlihat jelas hingga sekarang. Benteng ini pernah digunakan sebagai pusat pertahanan Belanda, penjara pada masa pendudukan Jepang, hingga markas militer setelah Indonesia merdeka. 

Saat menyusuri lorong-lorong dan bangunan tua di dalam kompleks benteng, Tim Gowes VISI.NEWS seakan diajak kembali ke masa lalu, menyaksikan secara langsung jejak perjuangan dan pergulatan sejarah bangsa.

Omah Joglo, Menjaga Warisan Budaya Jawa

Perjalanan sejarah semakin lengkap ketika tim mengunjungi Omah Joglo Ngawi yang diperkirakan dibangun sekitar tahun 1750 M.

Bangunan tradisional Jawa ini menghadirkan suasana klasik yang sarat nilai budaya. Struktur kayu jati yang kokoh, ukiran tradisional yang artistik, serta tata ruang khas rumah Joglo menunjukkan tingginya peradaban masyarakat Jawa pada masa lampau.

Keberadaan Omah Joglo menjadi pengingat bahwa selain menyimpan peninggalan kolonial, Ngawi juga memiliki warisan budaya lokal yang patut dijaga dan dilestarikan.

Menikmati Kelezatan Kuliner Khas Ngawi

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.