Kekayaan Sejarah dan Kuliner Ngawi yang Luput dari Wisatawan
Tempat yang tertata dengan pepohonan rindang yang mengelilingi kawasan alun-alun menambah kesejukan suasana. Tidak heran jika tempat ini menjadi salah satu ruang publik favorit masyarakat Ngawi.
Museum Trinil, Jejak Peradaban Manusia Purba
Sebelumnya tim gowes mengunjungi Museum Trinil yang jaraknya kurang lebih 14 kilometer dari Alun-Alun Ngawi. Museum yang berada di pinggir Sungai Bengawan Solo ini dikenal luas dalam dunia arkeologi.
Museum ini menyimpan berbagai temuan penting dari kawasan Trinil yang pernah menjadi lokasi penelitian ilmuwan Belanda, Eugene Dubois, pada akhir abad ke-19. Dari kawasan inilah ditemukan fosil manusia purba Pithecanthropus erectus atau "Java Man" yang menggemparkan dunia ilmu pengetahuan.
Area museum terbilang luas dengan koleksi yang cukup lengkap. Namun, Tim Gowes VISI.NEWS mendapati suasana museum relatif sepi pengunjung. Padahal nilai sejarah dan edukasi yang tersimpan di dalamnya sangat besar.
Kondisi tersebut menjadi refleksi bahwa situs-situs bersejarah memerlukan perhatian dan promosi lebih intensif agar semakin dikenal generasi muda.
Benteng Van Den Bosch, Saksi Kolonialisme di Tanah Ngawi
Dari Museum Trinil, perjalanan berlanjut menuju Benteng Van Den Bosch atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai Benteng Pendem.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!