Keikhlasan Luar Biasa dalam Berkarya Sunnatullah

ED
Senin, 20 Desember 2021 | 04:51 WIB
Bagikan
Keikhlasan Luar Biasa dalam Berkarya Sunnatullah

Luasnya manfaat dan banyaknya keberkahan kitab Jurumiyah tidak lepas dari peran penulis yang begitu ikhlas ketika menulis. Ia berupaya menghilangkan manusia dalam benak pikirannya dan murni menjadikan Allah sebagai tujuannya. Ia tidak membutuhkan pujian maupun tepuk tangan dari orang lain, yang ia inginkan hanyalah ridha dari Allah swt. Penulisnya adalah Syekh Shanhaji.

Nama lengkapnya adalah Abu Abdillah Muhammad bin Muhammad bin Ajurrum as-Shanhaji. Beliau dilahirkan di kota Fes, Maroko, tahun 672 H, dan wafat pada tahun 723 H. Namanya dikenang sepanjang masa disebabkan karyanya yang sangat sederhana namun ada keikhlasan di dalamnya, sehingga karyanya terus berlanjut dan dipelajari oleh umat Islam.

Imam Kafrawi dalam Syarah kitab Jurumiyah, menyebutkan perihal keikhlasan Syekh Shanhaji ketika menulis kitabnya. Menurutnya, ketika Syekh Shanhaji hendak menulis kitabnya, ia menghadap kiblat dan memohon kepada Allah untuk memberikan manfaat dan keberkahan di dalam karyanya. Ketika beliau berhasil merampungkannya, beliau justru membuang kitab yang sudah ditulisnya ke tengah lautan, kemudian berkata, اِنْ كَانَ خَالِصًا لِوَجْهِ اللهِ تَعَالَى فَلَا يَبْلُ Artinya, “Apabila (kitab ini) murni ikhlas semata karena Allah swt, maka (tentu) tidak akan basah” (Imam Kafrawi, Syarah al-Ajurumiyah, , h. 27).

Atas izin Allah dan berkat keikhlasan Syekh Shanhaji dalam beramal, kitab Ajurumiyah yang ditulisnya tidak basah sedikit pun, bahkan banyaknya air di samudera tidak membekas pada kitab tersebut. Ajurumiyah tetap utuh sebagaimana sebelum dilempar pada lautan. Masyaallah.

Dua kisah di atas, semoga bisa menjadi pelajaran bagi kita, bahwa ikhlas menjadi penentu suatu usaha akan terus berlanjut atau tidak, terus berkembang dan tidak. Kitab Muwattha’ yang ditulis oleh Ibnu Abi Dza’bi dengan penjelasan yang sangat luas dan detail, justru kalah keberkahannya dengan kitab Muwattha’ yang ditulis oleh Imam Malik, sekalipun penjelasan dan isinya lebih ringkas dan sederhana. Kita bisa melihat saat ini, Muwattha’ Imam Malik begitu manfaat bagi umat Islam, bahkan tidak sedikit para ulama yang mensyarahi kitab ini.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.