Kasus Mahasiswi Gantung Diri di Unima, Habib Syarief: Perlindungan Kampus Lemah
VISI.NEWS | JAKARTA - Anggota Komisi X DPR RI, Habib Syarief Muhammad, menilai meninggalnya seorang mahasiswi yang diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh dosen mencerminkan lemahnya sistem perlindungan korban di lingkungan perguruan tinggi.
Habib mengingatkan, kasus ini harus menjadi titik tolak perbaikan mekanisme perlindungan dan pendampingan yang memadai bagi korban.
“Kami turut berduka cita atas meninggalnya mahasiswi tersebut. Dugaan pelecehan seksual oleh dosen tidak boleh dianggap sepele. Ini adalah fenomena gunung es yang perlu diusut secara menyeluruh dan transparan,” kata Habib di Jakarta, Jumat (2/1/2026).
Habib meminta pihak kampus bersikap kooperatif dalam mengungkap kasus tersebut serta memastikan tidak ada upaya menutup-nutupi informasi.
Habib juga menyoroti masih banyaknya korban pelecehan seksual di kampus yang merasa tidak aman untuk melapor.
Menurut Habib, minimnya sistem perlindungan serta pendampingan, terutama pendampingan mental dan psikologis, membuat korban memilih diam dan menanggung trauma sendiri.
Kondisi tersebut dinilai berdampak serius terhadap kesehatan mental korban.
“Belum semua kampus memiliki skema perlindungan yang jelas dan efektif. Akibatnya, korban merasa sendirian dan takut untuk mengungkapkan kasus yang dialaminya,” ujar Habib.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!