Kang DS Ternyata Pernah Diragukan H. Cucun Soal Target Rehab 7.000 Rutilahu di Kab. Bandung
VISI.NEWS | PANGANDARAN - Janji politik Bupati Bandung H.M. Dadang Supriatna awalnya banyak yang ragu bisa diimplementasikan. Bahkan ternyata tim suksesnya sendiri H. Cucun Ahmad Syamsurizal sempat meragukan ia bisa mengimplementasikan program rehab 7.000 unit rumah tidak layak huni (Rutilahu) setiap tahun.
"Nuhun Pak Ketua (H. Cucun) yeuh, abdi teh aya program Rutilahu 7.000 unit. Pak ketua teh harita kan jadi tim sukses abdi. Harita Pak Ketua nanya, ari Kang DS ti mana eta duitna?, " ujar bupati yang akrab disapa Kang DS ini di sela-sela sambutannya pada Pendidikan Ketenagakerjaan di Pangandaran, Sabtu (29/7/2023) malam.
"Ku kuring dijawab, 'Ari Pak Ketua, keur naon Pak Ketua jadi Wakil Ketua Badan Anggaran, ari teu bisa ngabantu Kabupaten Bandung mah!'" ujar bupati yang akrab disapa Kang DS ini.
Mendengar itu, Wakil Ketua Badan Anggaran (Bangar) DPR RI H. Cucun Ahmad Syamsurizal yang hadir langsung terbahak. Begitu juga pejabat lainnya Sekda Kabupaten Bandung H. Cakra Amiyana, Kadisnaker H.U. Rukmana, para ketua SP/SB, Ketua Forum Human Resources Departement (HRD) dan sekitar 600 dan pengurus SP/SB spontan tertawa.
Bupati melanjutkan, program itu pada tahun 2021 terealisasi sebanyak 7.407 unit Rutilahu, tahun 2022 sebanyak 7.376 unit Rutilahua dan target 2023 sebanyak 7.000 unit juga.
"Tasyakur bi'nikmah. Tahun 2021 Pak Ketua (H. Cucun) membantu program Rutilahu di Kabupaten Bandung. Begitu juga tahun 2022, dan insya Allah pada tahun 2023, Pak Ketua juga akan membantu untuk program Rutilahu ini," ujarnya disambut tepuk tangan yang hadir.
Beberapa janji politik Bupati Bandung semula memang banyak yang meragukannya, seperti insentif untuk guru ngaji, RT dan RW serta program lainnya.
Untuk program guru ngaji, kata Kang DS sudah berjalan, dan setiap tahunnya dialokasikan insentif Rp. 109 miliar. Demikian pula nilai insentif untuk RT dan RW serta perangkat lainnya terus ditingkatkan.
"Alhamdulillah hasil rojongan dari Pak Ketua Fraksi (H. Cucun) dan obrolan dengan Ibu Menteri Tenaga Kerja waktu melakukan kunjungan ke Pacet, tasyakur bi'nikmah Ibu Menteri Tenaga Kerja memberikan insentif kepada guru ngaji Kabupaten Bandung perbulan Rp. 600 ribu dan sebagian sudah menerima," jelasnya.
Dalam bagian lain sambutannya Bupati Bandung menyatakan sangat bersyukur bisa bersilaturrahmi dengan seluruh SP/SB se Kabupaten Bandung.
"Sangat apresiasi kepada seluruh SP/SB se Kabupaten Bandung, walaupun di gonjang-ganjing, Kabupaten Bandung tetap aman dan kondusif. Tidak ada pemogokan dari tenaga kerja. Ini sangat luar biasa," ungkapnya.
Ia menjelaskan dalam dua tahun masa jabatannya, indikator ekonomi di Kabupaten Bandung terus membaik. Saat ia menjabat, berbarengan dengan pandemi Covid-19, laju pertumbuhan ekonomi minus 1,87%. "Alhamdulillah, pada Desember 2022 naik jadi 5,3%, dengan strategi yang tepat akhirnya tidak ada tenaga kerja yang dikeluarkan. Kondisi pengangguran yang pada saat itu di angka 8,58% turun jasi 6,98% Desember 2022. Karena kondisi kondusif, hadir banyak investor di kabupaten Bandung. Ini hasil kerja sama yang baik antara Disnaker dengan seluruh serikat pekerja dan buruh yang ada di Kab. Bandung. Ini kita pelihara sejak saya di Komisi D DPRD Kabupaten Bandung. Saya mah teu pindah-pindah komisi, tetep we di Komisi Dkunaon? Karena saya nyaah pada buruh se Kabupaten Bandung. Termasuk kita dorong job fair dan dana hibah untuk pekerja/buruh ini," ungkapnya, lagi-lagi disambut gema tepuk tangan yang hadir.
"Tadi Pak Kadisnaker ngaharewos, Pak tambah saja dana hibahnya. Tenang, akan saya tambah siapkan saja programmya. Jadi saya mohon Pak Ketua (kepada H. Cucun), ini adalah putra asli Kabupaten Bandung yang diamanahi Allah jadi Ketua Fraksi PKB DPR RI dan diamanahi tugas sebagai anggota Komisi III DPR dan Wakil Ketua Badan Anggaran DPR RI," ujar bupati
Seperti biasa, bupati pun memaparkan 13 program yang tergabung dalam visi misi Kabupaten Bandung. "Visi kita, terwujudnya masyarakat Kabupaten Bandung yang Bangkit, Edukatif, Dinamis, Agamis dan Sejahtera, atau disingkat BEDAS. Bupati menjelaskan 13 program," ujar pria yang meniti karir dari Ketua RW dan Kades ini.
Oleh karena itu, katanya, aspirasi dari Ketua Forum HRD yang meminta penambaban anggaran untuk sertifikasi profesi akan dia tambah. "Teu kudu ka Jakarta Pak Asep (Ketua Forum HRD) di Kabupaten Bandung oge bisa. Urang Solokanjeruk, tah ieu jalmina (menunjuk ke H. Cucun)," ujar bupati disambut tawa pekerja/buruh yang hadir.
Dalam waktu yang singkat ini, kata bupati, silakan kalau ada aspirasi yang mau disampaikan mungpung Ketua Fraksi PKB-nya ada di sini. "Doakeun mudah-mudahan sehat, doakeun ku urang sadayana sing panjang yuswa (diaminkan pekerja/buruh)," harapnya.
Terkena Aturan
Bupati juga menjelaskan bahwa ia terkena peraturan UU No 10 tahun 2016, yang seharusnya masa jabatannya lima tahun, menjadi empat tahun. "Karena undang-undang sudah mengatur bahwa kesepakatan hasil Pemilu tahun 2020 bahwa habisnya masa jabatan tahun 2024. Tapi di situ tidak menyebutkan bulan. Saya nanya ke Pak Dirjen, kapan bulan habisnya masa jabatan saya. Di situ Pak Dirjen mengatakan tanggal 31 Desember 2024. Jadi teu lima taun panginten, lamun bisa mah hayang diusulkeun diperpanjang jadi lima taun tapi da teu bisa ngelawan undang-undang," ungkapnya.
Di bagian akhir sambutannya, bupati juga mengucapkan terima kasih kepada H. Cucun karena atas bantuannya Jalan Pangalengan - Kertasari semuanya telah selesai di benton.
Hadirkan Forum HRD
Yang menarik, dalam ajang para Serikat pekerja dan buruh di Kabupaten Bandung ini hadir juga Forum HRD yang beranggotakan lebih dari 400 orang. Mereka tidak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk menjadikan posisi forum ini lebih kuat dengan menyediakan fasilitas sertifikasi.
"Kami mengucapkan terima kasih telah diselenggarakan kegiatan seperti ini, karena kami bisa bersilaturahmi, bertatap muka dengan para pimpinan SP/SB se Kabupaten Bandung. Ini akan menyebabkan Kabupaten Bandung yang sudah kondusif akan tetap kondusif, investasi di Kabupaten Bandung akan meningkat ke depannya," tandas Asep Sutisna, Ketua Forum HRD Kabupaten Bandung.
"Bapak Bupati Bandung kami sangat berterima kasih sekali berkat bapak kami bisa melaksanakan sertifikasi bagi anggota kami. Pada tahun lalu sebanyak 80 orang. Kami berharap ke depannya bisa ditingkatkan lagi," imbuhnya.
Ucapan terima kasih juga disampaikan perwakilan dari seluruh Ketua SP/SB yang hadir. "Berkat inisiasi dari Pak Dadang Supriatna semasa di DPRD Kabupaten Bandung, sejak tahun 2014 kami mendapatkan dana hibah untuk meningkatkan kapasitas serikat-serikat pekerja di kabupaten Bandung. Terima kasih Pak Bupati, terima kasih juga kepada Ketua Fraksi PKB yang sudah hadir, dana hibah ini sangat bermanfaat bagi kami dalam meningkatkan wawasan dan pengetahuan kami tentang ketenagakerjaan," ungkapnya.
@mpa/asa
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!