Kang DS Hadiri Rapat Konsolidasi Program MBG di Bogor
"Jadi untuk penentuan titik SPPG terpencil, ditentukan tidak perlu minta izin ke Badan Gizi, tapi ditentukan langsung oleh Satgas Pemda. Di manakah titik yang harus dibangun, di daerah yang lebih dari 30 menit pengiriman sekitarnya. Maka berapapun jumlah penerima manfaatna, baik itu ada sekolah atau tidak ada sekolah, selama ada penduduk di daerah itu, karena ada ibu hamil maupun ibu menyusui. Mohon dibangun SPPG terpencil berukuran 10 x 15 meter," ujarnya.
"Pengelolaannya sama seperti SPPG yang lain. Tapi kami butuh mitra, kami membutuhkan tokoh masyarakat, kalau ada yayasan kita gunakan yayasan. Kalau tidak ada kita buatkan yayasan, karena bangunnya sudah disewa di depan, sebagai mitra kami akan diberikan manajemen fee. Tapi manajemen lainnya sama seperti SPPG," katanya.
"Tahun depan Badan Gizi sudah disiapkan Rp268 triliun. Dan satu hari kita akan keluarkan Rp1,2 triliun," katanya.
Kepala BGN menambahkan bahwa kunci kedua dari program MBG adalah kualitas sumber daya manusia (SDM). Ia menjelaskan, SDM yang dimaksud adalah para Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang bertugas di SPPG dan berperan penting dalam menjalankan program tersebut.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!