Kang DS Canangkan GERTAMAN, Hasil Panen Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Desa
“Kalau ini berjalan dengan baik, saya yakin kebutuhan pangan kita bisa tercukupi dari daerah sendiri, bahkan membuka peluang ekonomi dan lapangan kerja baru bagi masyarakat,” ujar Kang DS.
Selain komoditas sayuran, Kang DS juga mendorong pemerintah desa memanfaatkan APBDes untuk mengembangkan ternak ayam petelur. Hal ini penting mengingat kebutuhan telur di Kabupaten Bandung mencapai sekitar 1.000 ton per bulan, sehingga ketersediaan stok harus dijaga agar harga tetap stabil dan tidak memicu inflasi.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Ina Dewi Kania, menyampaikan bahwa GERTAMAN merupakan inisiatif strategis Kang DS dalam membangun kemandirian pangan dari lingkungan terkecil, yaitu rumah tangga. Program ini didukung penuh oleh Ketua TP PKK Kabupaten Bandung dengan menggerakkan kader-kader PKK sebagai motor penggerak. “Selain memenuhi kebutuhan keluarga, hasil GERTAMAN juga memiliki nilai ekonomi karena off-taker dari swasta maupun Asosiasi Pasar Tani Kabupaten Bandung telah siap menampung hasil panen,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Bandung, Emma Dety Permanawati menjelaskan bahwa Kecamatan Soreang dijadikan pilot project dengan pembagian klaster komoditas per desa. Pola ini bertujuan agar hasil panen dapat saling melengkapi, memudahkan distribusi, serta mendukung kebutuhan MBG secara berkelanjutan.
“Peran kader PKK sangat penting karena mereka adalah manajer pangan keluarga. Tidak hanya menanam, tetapi juga mengelola pangan, limbah pangan, serta membangun pola hidup sehat dan mandiri,” katanya.
Ke depan, GERTAMAN akan dilaksanakan secara bertahap di seluruh kecamatan sebagai fondasi ketahanan pangan daerah yang berkelanjutan dan berdaya saing. @Ihda
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!