Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 4 Kelompok Akan Demo 27 Agustus di Jakarta, Ini Daftar Tuntutannya 26 Aug 2026 Soal Pernyataan Budi Arie, TB Hasanuddin Beri Sindiran Menohok 26 Aug 2026 Revaldo Jadi Tersangka Kasus Narkoba untuk Keempat Kalinya 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 4 Kelompok Akan Demo 27 Agustus di Jakarta, Ini Daftar Tuntutannya 26 Aug 2026 Soal Pernyataan Budi Arie, TB Hasanuddin Beri Sindiran Menohok 26 Aug 2026 Revaldo Jadi Tersangka Kasus Narkoba untuk Keempat Kalinya 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026

Kanang: Koperasi Merah Putih Harus Jadi Mesin Penggerak Ekonomi Desa

Desi Rossilawati
Senin, 26 Mei 2025 | 17:47 WIB
Bagikan
Kanang: Koperasi Merah Putih Harus Jadi Mesin Penggerak Ekonomi Desa
VISI.NEWS | JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR RI, Budi Sulistyono atau yang akrab disapa Kanang, menegaskan bahwa Koperasi Merah Putih yang diamanatkan melalui Instruksi Presiden No. 9 Tahun 2025 harus menjadi gerakan ekonomi yang masif dan terukur dalam rangka memerangi kemiskinan di tingkat desa dan kelurahan. Hal ini disampaikannya dalam Rapat Kerja Komisi VI DPR RI bersama Menteri Koperasi dan UKM yang digelar di Ruang Rapat Komisi VI, Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senin (26/5/2025). Dalam forum tersebut, Kanang menyebut program Koperasi Merah Putih sebagai 'Mercusuar Presiden', yang menuntut pelaksanaan dengan semangat kolektif, strategi yang matang, serta langkah-langkah nyata. Ia mengibaratkan pelaksanaan program ini sebagai sebuah peperangan besar yang hanya bisa dimenangkan jika semua pihak memahami medan, mengenali musuh, memiliki strategi, amunisi, pasukan, serta arah yang jelas. "Kalau ini ibarat perang, maka musuh kita adalah kemiskinan. Untuk menang, kita memerlukan strategi, pasukan, dan amunisi yang tepat," ujar legislator dari PDI Perjuangan tersebut. Ia menyoroti pentingnya penyusunan strategi usaha berbasis potensi lokal, seperti sektor pertanian, peternakan, perdagangan, hingga lembaga keuangan mikro. Menurutnya, Koperasi Merah Putih tidak boleh sekadar menjadi formalitas, melainkan harus menjadi mesin penggerak ekonomi riil di tingkat desa. Kanang juga mengingatkan agar skema pendanaan tidak justru membebani koperasi. Ia mencontohkan potensi bunga dari pinjaman sebesar Rp 3 miliar yang dapat mencapai Rp 180 juta per tahun, yang bisa menjadi tekanan berat bagi koperasi desa. "Hal ini dapat membebani pembangunan dan mengikis harapan masyarakat dalam membangun desanya. Maka modal harus dihitung secara cermat, bukan memberatkan," tuturnya. Dalam konteks pelaksanaan di lapangan, Kanang menekankan pentingnya membentuk ‘pasukan’ koperasi yang siap bertugas, yakni para pengurus dan anggota yang memahami aturan, siap menerima arahan, dan bergerak seirama dalam mencapai tujuan bersama. Ia juga mengingatkan pentingnya kebersamaan dan konsentrasi penuh dari Menteri Koperasi dan seluruh jajaran, agar mandat besar dari program ini tidak meleset dari jalur. Lebih lanjut, Kanang mendorong Kementerian Koperasi dan UKM untuk menyusun timeline serta rencana bisnis yang konkret, terukur, dan dapat dieksekusi secara konsisten. Dengan begitu, seluruh proses dapat dipantau dan dievaluasi secara berkala, serta benar-benar mengarah pada tujuan akhir: kesejahteraan masyarakat. "Kalau kita menang, masyarakat sejahtera. Kalau kalah, tetap miskin. Koperasi tutup, pengurus bubar. Ini catatan serius kita semua," pungkasnya. @givary

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.