KAJIAN | Najis Menempel Saat Salat
وَإِنْ شَدَّهُ إلَى بَابِ دَارٍ فِيهَا حَشٌّ وَهُوَ الْخَلَاءُ صَحَّتْ بِلَا خِلَافٍ - المجموع
Ketiga, jika berupa alas yang digunakan untuk shalat seperti sajadah, maka asalkan selama shalat tidak ada tubuh atau pakaian kita yang nempel ke najisnya hukum shalatnya adalah sah
إذَا كَانَ عَلَى الْبِسَاطِ أَوْ الْحَصِيرِ وَنَحْوِهِمَا نَجَاسَةٌ فَصَلَّى عَلَى الْمَوْضِعِ النَّجِسِ لَمْ تَصِحَّ صَلَاتُهُ وَإِنْ صَلَّى عَلَى مَوْضِعٍ طَاهِرٍ مِنْهُ صَحَّتْ صَلَاتُهُ قَالَ أَصْحَابُنَا سَوَاءٌ تَحَرَّكَ الْبِسَاطُ بِتَحَرُّكِهِ أَمْ لَا لِأَنَّهُ غَيْرُ حَامِلٍ وَلَا مَاسٍّ لِلنَّجَاسَةِ وَهَكَذَا لَوْ صَلَّى عَلَى سَرِيرٍ قَوَائِمُهُ عَلَى نَجَاسَةٍ صَحَّتْ صَلَاتُهُ وَإِنْ تَحَرَّكَ بِحَرَكَتِهِ صَرَّحَ بِهِ صَاحِبُ التَّتِمَّةِ وَغَيْرُهُ
Itulah uraian tentang beberapa kasus yang banyak menjadi pertanyaan dari khalayak umum.
Mudah-mudahan bisa memberikan pencerahan akan keraguan kita dalam menjalankan salat ketika ada beberapa kasus seperti di atas.
Semoga memberikan tambah kekhusuan ibadah kita tanpa ada keraguan setelah adanya pemahaman.dari Al Fakir mohon maaf apabila kurang mendetail dalam penjelasan ini. Wallahu 'Alam.
- Gus Basir Ketua LBM MWC NU Jatitujuh & Pimpinan Majelis Dzikir Sabilul Ghafilin, Sumur Wetan Cipaku, Jatitengah, Jatitujuh, Kabupaten Majalengka.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!