KAJIAN | Najis Menempel Saat Salat

ED
Minggu, 26 Januari 2025 | 03:46 WIB
Bagikan
KAJIAN | Najis Menempel Saat Salat

Untuk menyucikan najis, Anda bisa menghilangkan najisnya dan kemudian menyiramkan air ke tempat yang terkena najis.

Lantas bagaimana terkait najis yang nempel saat salat?. Kita bahas status terkait hal tersebut secara detail biar bisa bermanfaat dan memberikan pencerahan.

Dalam kitab Al-Majmu', imam Nawawi menjelaskan terkait hukum menempel dengan najis dalam salat itu ada tiga kemungkinan, yaitu:

Pertama, pakaian yang dipakai seperti baju, sarung, dan surban. Jika ujung pakaian tersebut menyentuh atau menempel pada najis najis, maka seluruh ulama' Madzhab Syafi'i sepakat shalatnya tidak sah. Baik Ujung pakaian tersebut ikut bergerak dengan gerakan orang yang salat atau tidak.

(وان كان عليه ثوب طاهر وطرفه موضوع علي نجاسة كالعمامة علي رأسه وطرفها علي أرض نجسة لم تجز صلاته لانه حامل لما هو متصل بنجاسة) (الشَّرْحُ) هَذَا الَّذِي ذَكَرَهُ مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ وَسَوَاءٌ تحرك الطرف الذي يلاقى النجاسة بحركته في قيامه وَقُعُودِهِ وَرُكُوعِهِ وَسُجُودِهِ أَمْ لَمْ يَتَحَرَّكْ هَذَا مَذْهَبُنَا لَا خِلَافَ فِيهِ

Kedua, memegang atau mengikat sesuatu yang ujungnya menempel ke najis. Dalam hal ini ada tiga pendapat dan pendapat yang Shahih adalah batal

وَمُخْتَصَرُهَا أَنَّهُ إذَا قَبَضَ طَرَفَ حَبْلٍ أَوْ ثَوْبٍ أَوْ شَدَّهُ فِي يَدِهِ أَوْ رِجْلَيْهِ أَوْ وَسَطِهِ وَطَرَفُهُ الْآخَرُ نَجِسٌ أَوْ مُتَّصِلٌ بِنَجَاسَةٍ فَثَلَاثَةُ أَوْجُهٍ الصَّحِيحُ بُطْلَانُ صَلَاتِهِ وَالثَّانِي لَا تَبْطُلُ وَالثَّالِثُ إنْ كَانَ الطَّرَفُ نَجِسًا أَوْ مُتَّصِلًا بِعَيْنِ النَّجَاسَةِ بِأَنْ كَانَ فِي عُنُقِ كَلْبٍ بَطَلَتْ وَإِنْ كَانَ مُتَّصِلًا بِطَاهِرٍ وَذَلِكَ الطَّاهِرُ مُتَّصِلًا بِنَجَاسَةٍ بِأَنْ شَدَّ فِي سَاجُورٍ أَوْ خِرْقَةٍ وَهُمَا فِي عُنُقِ كَلْبٍ أَوْ شَدَّهُ فِي عُنُقِ حِمَارٍ عَلَيْهِ حِمْلٌ نَجِسٌ لَمْ تَبْطُلْ وَالْأَوْجُهُ جَارِيَةٌ سَوَاءٌ تَحَرَّكَ الطَّرَفُ بِحَرَكَتِهِ أَمْ لَا كَذَا قَالَهُ الْأَكْثَرُونَ

Namun jika diikat ke pintu bangunan yang di bangunan tersebut ada WC yang tentu saja najis, maka ulama' Syafi'i sepakat sah shalatnya. Inilah yang bisa dipakai untuk kasus Imam Salat yang pakai Mic dan Mic-nya disambungkan ke tembok masjid

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.