Jeratan Pinjol Mengintai, Perhatikan 4 Adab Berutang yang Diajarkan Rasulullah Saw
Dalam hadis lain, Nabi saw. bersabda:
مَنْ فَارَقَ الرُّوحُ الْجَسَدَ وَهُوَ بَرِيءٌ مِنْ ثَلَاثٍ دَخَلَ الْجَنَّةَ مِنْ الْكِبْرِ وَالْغُلُولِ وَالدَّيْنِ
“Seseorang di saat ruhnya berpisah dengan jasadnya dan dia terbebas dari tiga hal, maka dia akan masuk surga. Yaitu sombong, mencuri ghanimah sebelum dibagi, dan utang.” (Hadis shahih riwayat Ibnu Majah no 2403)
Membayar utang dengan nilai yang setimpal atau lebih baik. Dalam satu riwayat, Abu Hurairah r.a, menceritakan bahwa seorang laki-laki datang menemui Rasulullah saw. untuk menagih utang seekor unta. Lalu Nabi saw. bersabda, “Berilah dia unta yang lebih tua dari usia untanya.” Kemudian Rasulullah melanjutkan sabdanya,
خَيْرُكُمْ أَحْسَنُكُمْ قَضَاءً
“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik dalam melunasi utang.” (HR Muslim no 3005)
Menyegerakan membayar utang dan tidak menundanya bagi yang mampu. Rasulullah saw. bersabda:
مَطْلُ الْغَنِيِّ ظُلْمٌ
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!