Jembatan Darurat Jadi Penggerak Pemulihan Wilayah Bencana, BNPB Kejar Pemasangan 270 Bailey

ED
Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:02 WIB
Bagikan
Jembatan Darurat Jadi Penggerak Pemulihan Wilayah Bencana, BNPB Kejar Pemasangan 270 Bailey

VISI.NEWS | JAKARTA — Upaya pemulihan wilayah terdampak bencana di Sumatera terus dipercepat pemerintah melalui pembangunan ratusan jembatan darurat bailey. Infrastruktur sementara ini tidak hanya ditujukan untuk membuka kembali jalur nasional, tetapi juga menghubungkan masyarakat hingga ke pelosok desa yang selama ini terisolasi akibat banjir.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, sebanyak 270 unit jembatan bailey tengah dan akan dipasang di tiga provinsi terdampak, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pembangunan ini menjadi bagian dari langkah percepatan pemulihan infrastruktur pada awal 2026 guna mengembalikan mobilitas warga dan aktivitas ekonomi di wilayah bencana.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyatakan, jembatan bailey dirancang untuk menjangkau berbagai level akses jalan, mulai dari jalan nasional hingga jalan desa yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat.

“Untuk jembatan bailey, ini total akan dipasang 270 unit di tiga provinsi secara keseluruhan. Tidak hanya menghubungkan jalan-jalan utama atau jalan nasional, tetapi juga masuk ke jalan kabupaten, jalan kecamatan, hingga jalan desa,” ujar Abdul Muhari dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (9/1/2026).

Menurutnya, banyak jembatan yang terputus akibat banjir menghambat pergerakan warga dan distribusi logistik. Karena itu, hampir seluruh titik jembatan yang rusak akan segera dikoneksikan kembali menggunakan jembatan bailey agar aktivitas masyarakat dapat berjalan normal.

“Hampir semua nanti jembatan-jembatan yang saat ini terputus akan kita koneksikan kembali dengan menggunakan jembatan bailey,” katanya.

Sejumlah jembatan darurat tersebut bahkan telah selesai dibangun dan mulai digunakan masyarakat. Salah satunya Jembatan Bailey Beutong Ateuh Banggalang di Kabupaten Nagan Raya, Aceh, yang kini kembali membuka akses transportasi antarwilayah. Jembatan sepanjang 30 meter dengan lebar 4,2 meter itu memiliki kapasitas beban maksimal 18 ton dan telah diuji coba sebelum dibuka untuk umum.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.