Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Jumat 21 Agustus 2026 21 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Jumat 21 Agustus 2026 21 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Jumat 21 Agustus 2026 21 Aug 2026 Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini, Jumat 21 Agustus 2026 21 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Jumat 21 Agustus 2026 21 Aug 2026 Jadwal Sholat Kabupaten Bandung Hari Ini, Jumat 21 Agustus 2026 21 Aug 2026 Sustainability Shift Buka Peluang Baru di Lima Sektor Strategis Indonesia 20 Aug 2026 Kertajati Disiapkan Jadi MRO Pesawat Tempur TNI 20 Aug 2026 Bandung Creative Hub, Ruang Gratis Lahirkan Talenta Kreatif 20 Aug 2026 Peraturan Dana Jurnalisme Didorong Segera Disahkan Dewan Pers 20 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Jumat 21 Agustus 2026 21 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Jumat 21 Agustus 2026 21 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Jumat 21 Agustus 2026 21 Aug 2026 Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini, Jumat 21 Agustus 2026 21 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Jumat 21 Agustus 2026 21 Aug 2026 Jadwal Sholat Kabupaten Bandung Hari Ini, Jumat 21 Agustus 2026 21 Aug 2026 Sustainability Shift Buka Peluang Baru di Lima Sektor Strategis Indonesia 20 Aug 2026 Kertajati Disiapkan Jadi MRO Pesawat Tempur TNI 20 Aug 2026 Bandung Creative Hub, Ruang Gratis Lahirkan Talenta Kreatif 20 Aug 2026 Peraturan Dana Jurnalisme Didorong Segera Disahkan Dewan Pers 20 Aug 2026

Jejak Tatar Sunda: Dari Tarumanagara hingga Jawa Barat dalam Pangkuan Republik

ED
PN
Selasa, 18 Agustus 2026 | 06:07 WIB
Bagikan
Jejak Tatar Sunda: Dari Tarumanagara hingga Jawa Barat dalam Pangkuan Republik

Pesisir utara Jawa Barat pun menjadi panggung pertemuan antara perdagangan, agama, kekuasaan, dan kebudayaan.

Bayang-Bayang VOC di Tanah Jawa

Memasuki abad ke-17, kekuatan Eropa semakin kuat mencengkeram Nusantara.

VOC atau Vereenigde Oostindische Compagnie memperluas jaringan perdagangan dan kekuasaannya. Pada 1619, VOC memindahkan pusat kekuasaannya dari Ambon ke Jayakarta. Setelah dikuasai Belanda, Jayakarta berkembang menjadi Batavia.

Kehadiran Batavia membawa perubahan besar bagi wilayah sekitarnya.

Batavia menjadi pusat pemerintahan dan perdagangan kolonial. Dari kota tersebut, pengaruh Belanda secara perlahan meluas ke berbagai daerah di Pulau Jawa, termasuk wilayah Jawa Barat.

Hubungan Belanda dengan kerajaan-kerajaan di Jawa Barat pun semakin kompleks. Perdagangan yang semula menjadi kepentingan utama berubah menjadi persaingan politik, perjanjian, campur tangan pemerintahan, dan akhirnya penguasaan wilayah.

Banten, yang sebelumnya menjadi kekuatan besar di kawasan barat Pulau Jawa, juga menghadapi tekanan dari kekuatan kolonial.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.